Cimahi, 13 Juli 2026 – Suasana penuh keberkahan menyelimuti Pesantren Gratis Darul Hamid, Cimahi, hari ini. Lembaga pendidikan yang dikenal luas karena dedikasinya dalam menggratiskan akses pendidikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa ini sukses menggelar perayaan Milad ke-7 dengan rangkaian kegiatan yang menyentuh hati.
Acara yang dipadati ribuan jamaah ini menjadi bukti nyata konsistensi pesantren dalam menebar manfaat bagi umat. Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hamid, K.H. Fahmi Fauzi, S.H., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya berbagai program unggulan.
“Alhamdulillah, rangkaian Milad ke-7 hari ini berjalan dengan lancar. Kami telah menuntaskan khitanan massal bagi 25 anak, serta merayakan keberhasilan 18 santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an,” ujar K.H. Fahmi Fauzi dengan penuh haru.
Tidak hanya fokus pada pendidikan tahfidz, pesantren ini juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan menyantuni 100 anak yatim. Puncak acara diisi dengan Tabligh Akbar yang dihadiri oleh tokoh-tokoh ulama internasional, di antaranya Syekh Saman Ar-Riki dari Yaman, yang turut memberikan apresiasi atas visi pendidikan di Darul Hamid.
Mengusung Spirit "Gratis" sebagai Hak Dasar
Turut hadir dalam acara tersebut, ustadz kondang M. Hariri Abdul Aziz Azmatkhan, yang menyampaikan orasi menyentuh mengenai perjuangan pesantren selama tujuh tahun terakhir.
"Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat dan perjalanan ini tidaklah mudah. Namun, komitmen untuk terus menyediakan pendidikan secara gratis bagi mereka yang membutuhkan tetap menjadi prioritas," ungkap beliau di hadapan para jamaah.
Ustadz Hariri menekankan bahwa semangat gratis yang digaungkan oleh pengasuh, Abah Fahmi, bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan moral. "Ini adalah bukti bahwa kasih sayang dan pendidikan adalah hak semua anak. Siapapun bisa ikut berkontribusi dalam perjalanan mulia ini, mari kita bersama-sama membantu senyum bahagia mereka," ajaknya.
Perayaan Milad ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada pendidikan generasi penerus bangsa.
(Red).

