CIMAHI — Pemerintah Kota Cimahi secara resmi memulai tahapan seleksi Computer Assisted Test (CAT) bagi calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cimahi periode 2026–2031. Pelaksanaan seleksi yang bertempat di Techno Park Cimahi Selatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Ajang penjaringan ini merupakan tindak lanjut dari seleksi administrasi yang menyaring 22 peserta dari berbagai latar belakang kompeten, mulai dari ulama, akademisi, hingga praktisi profesional.
Mendorong Pengelolaan Zakat yang Progresif dan Mandiri
Dalam sambutannya, Adhitia Yudisthira menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan BAZNAS menyusul berakhirnya masa bakti pengurus sebelumnya serta kekosongan jabatan ketua akibat wafat. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu membawa semangat progresif dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kota Cimahi.
"Kami berharap kepengurusan BAZNAS ke depan jauh lebih progresif, mampu membangkitkan semangat masyarakat untuk menunaikan zakat, tidak hanya di kalangan ASN, tetapi juga seluruh warga Kota Cimahi. Potensi zakat di sini sangat besar dan harus dikelola secara maksimal untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial," tegas Adhitia.
Ia juga memastikan bahwa proses rekrutmen ini berjalan secara terbuka, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme. Seluruh kandidat disaring secara ketat dengan kriteria utama meliputi:
Pendidikan minimal SMA atau sederajat
Memiliki integritas tinggi dan independensi
Tidak berafiliasi dengan partai politik manapun
Tahapan Seleksi Ketat demi Lahirkan Pemimpin Amanah
Perwakilan Kementerian Agama Kota Cimahi, Efendi Rahmat, turut menegaskan bahwa seluruh rangkaian seleksi ini berlandaskan regulasi wajib setiap berakhirnya masa jabatan komisioner lima tahunan.
Proses seleksi dirancang secara objektif dan akuntabel melalui beberapa tahapan berikut:
Seleksi Administrasi (tahap awal penyaringan)
Computer Assisted Test (CAT) (uji kompetensi dasar berbasis teknologi)
Penulisan Makalah Tulis Tangan (untuk menguji orisinalitas gagasan dan pemikiran)
Presentasi Makalah & Wawancara (pendalaman visi dan misi kepemimpinan)
“Kami ingin mendapatkan calon pimpinan BAZNAS yang memiliki visi kuat, integritas tinggi, berakhlak, serta mampu menghadirkan gagasan terbaik. Orisinalitas pemikiran menjadi aspek penting untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Efendi.
Menuju Penetapan 5 Pimpinan BAZNAS Definitif
Dari total peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, nantinya akan disaring menjadi 10 nama terbaik sesuai ketentuan regulasi. Kesepuluh nama tersebut akan diajukan kepada BAZNAS RI dan Kementerian Agama RI untuk mendapatkan pertimbangan.
Selanjutnya, Wali Kota Cimahi akan menetapkan 5 orang pimpinan definitif BAZNAS Kota Cimahi periode 2026–2031.
Pemerintah Kota Cimahi bersama Kementerian Agama berkomitmen mengawal proses seleksi ini secara bersih dan bebas dari intervensi. Kehadiran komisioner baru diharapkan mampu memperkuat sinergi nyata dalam mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah demi mendukung terwujudnya kesejahteraan umat serta visi Cimahi Mantap.
(Red).
