JAKARTA, 1 Januari 2026 – Di saat mayoritas penduduk dunia sedang merayakan pergantian tahun dengan kembang api dan terompet hari ini, jutaan orang di belahan bumi lain justru menjalani hari seperti biasa. Bagi mereka, 1 Januari hanyalah lembaran kalender biasa, bukan sebuah titik balik tahunan.
Berlandaskan tradisi kuno, siklus alam, hingga kalender keagamaan, berikut adalah 9 negara dan budaya yang memiliki "Waktu Sendiri" untuk menyambut tahun baru:
1. China: Festival Musim Semi (Imlek)
Bagi warga Tiongkok, perayaan terbesar adalah Imlek. Tahun baru mereka mengikuti kalender lunar (bulan) yang biasanya jatuh antara akhir Januari hingga Februari. Tradisinya ikonik: amplop merah (angpao), barongsai, dan kepulangan massal terbesar di dunia.
2. Thailand: Perang Air Songkran
Lupakan pesta di kelab malam; warga Thailand merayakan tahun baru pada 13-15 April. Dikenal dengan festival Songkran, warga akan saling menyiram air sebagai simbol pembersihan diri dari nasib buruk dan menyambut kesucian tahun yang baru.
3. Iran: Nowruz di Titik Musim Semi
Iran merayakan Nowruz tepat saat Equinox Musim Semi (sekitar 21 Maret). Tradisi yang sudah berusia 3.000 tahun ini identik dengan menata meja Haft-Seen—tujuh benda simbolis yang melambangkan kebangkitan alam.
4. Ethiopia: Mundur 7 Tahun dari Kita
Ethiopia adalah "mesin waktu" dunia nyata. Mereka menggunakan kalender Koptik yang membuat mereka tertinggal sekitar 7-8 tahun dari kalender Masehi. Tahun baru mereka, Enkutatash, dirayakan pada 11 September saat musim hujan berakhir.
5. Arab Saudi: Berpatokan pada Hijriah
Sebagai pusat dunia Islam, Arab Saudi secara tradisional tidak merayakan 1 Januari. Mereka lebih mengutamakan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Bahkan, beberapa tahun lalu, otoritas setempat sempat melarang perayaan tahun baru Masehi di ruang publik.
6. India: Satu Negara, Puluhan Tahun Baru
India sangat unik karena memiliki beragam tanggal tahun baru tergantung wilayahnya. Ada Ugadi di wilayah selatan, Baisakhi di Punjab (April), hingga Diwali yang dianggap sebagai awal tahun bagi komunitas bisnis tertentu.
7. Vietnam: Perayaan Tết
Hampir serupa dengan Imlek, masyarakat Vietnam merayakan Tết Nguyên Đán. Ini adalah momen sakral untuk menghormati leluhur dan berkumpul keluarga, biasanya terjadi pada waktu yang sama dengan Tahun Baru Imlek.
8. Israel: Rosh Hashanah
Masyarakat Yahudi merayakan Rosh Hashanah yang biasanya jatuh pada bulan September atau Oktober. Perayaannya tenang dan khidmat, ditandai dengan meniup shofar (tanduk domba) dan memakan apel yang dicelup madu demi tahun yang manis.
9. Sri Lanka: Aluth Avurudda
Pada pertengahan April, warga Sri Lanka merayakan pergantian tahun yang menandai berakhirnya musim panen. Uniknya, ada periode waktu pendek yang disebut "Nonagathe", di mana warga tidak melakukan aktivitas kerja apa pun dan fokus pada ritual keagamaan.
"Perbedaan ini mengingatkan kita bahwa waktu bukan sekadar angka di kalender, melainkan cerminan kekayaan budaya yang tak ternilai."
Tentang [Nama Media/Instansi Anda]:
Kami adalah penyedia informasi terkini yang berfokus pada dinamika global dan wawasan budaya untuk audiens modern.
(Red).
