BANDUNG, 3 Mei 2026 – Jika ada satu alasan yang membuat orang rela terjaga hingga dini hari di Kota Bandung, jawabannya adalah aroma gurih yang merebak dari sudut Stasiun Hall. Perkedel Bondon, kuliner legendaris yang sempat viral di berbagai platform media sosial, hingga hari ini terpantau masih menjadi primadona bagi para pemburu kuliner malam (night owls) dan wisatawan.
Meskipun kota Bandung terus dibanjiri kafe-kafe kekinian, daya tarik warung sederhana yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu ini tak pernah pudar. Perkedel yang dimasak secara tradisional menggunakan tungku arang ini memberikan tekstur yang unik: garing di luar, namun sangat lembut di dalam.
Mengapa Masih Viral?
Bukan sekadar gorengan biasa, ada beberapa alasan mengapa Perkedel Bondon tetap dicari:
Proses Tradisional: Aroma asap dari arang memberikan cita rasa otentik yang tidak bisa ditemukan pada gorengan kompor gas biasa.
Sambal Terasi Ikonik: Perpaduan perkedel hangat dengan cocolan sambal terasi pedas-manis menjadi kunci kelezatannya.
Vibe "Dini Hari": Menikmati perkedel di tengah udara dingin Bandung saat kota mulai sepi memberikan sensasi wisata kuliner yang berbeda.
Tips Untuk Pengunjung Hari Ini
Bagi Anda yang berencana mampir malam ini, pastikan untuk datang lebih awal atau siap-siap mengantre. Meski statusnya "kuliner malam," stok perkedel seringkali ludes dalam waktu singkat karena tingginya permintaan dari jasa titip (jastip) dan pembeli lokal.
"Datang ke Bandung belum lengkap kalau belum mencium aroma arang di Stasiun Hall. Perkedel Bondon bukan cuma soal rasa, tapi soal pengalaman menunggu dan kehangatan di tengah dinginnya Bandung," ujar salah satu pengunjung yang datang dari Jakarta.
Lokasi: Jl. Stasiun Timur No.14, Kebon Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung.
Jam Operasional: Biasanya mulai melayani pelanggan menjelang tengah malam hingga dini hari.
Ingin merasakan sensasi kuliner yang ngangenin ini? Pastikan jaket Anda cukup tebal, karena malam ini Bandung diprediksi akan cukup dingin—waktu yang sangat pas untuk sepiring perkedel hangat!
(Dede).
