BANDUNG BARAT, 29 Januari 2026 – Bergerak atas dasar kemanusiaan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group hari ini resmi mengoperasikan Posko Tanggap Bencana di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap bencana tanah longsor yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini.
Kehadiran posko ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Danantara Indonesia, Perkebunan Nusantara, dan entitas PTPN lainnya di bawah semangat "One PTPN Culture". Tak sekadar simbol, posko ini menjadi pusat koordinasi penyaluran bantuan dan dukungan moril bagi warga terdampak.
Sentuhan Kemanusiaan di Garis Depan
Dalam pantauan lapangan hari ini, tim relawan yang didominasi oleh semangat kebersamaan terlihat aktif berinteraksi dengan warga. Mengenakan seragam merah khas "Ekspedisi 28 Gunung", para relawan tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga keceriaan untuk memulihkan trauma para korban.
"Kami hadir bukan hanya untuk menyalurkan bantuan fisik, tapi untuk memastikan warga Desa Pasirlangu tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi ujian ini," ujar salah satu koordinator lapangan di lokasi.
Poin Utama Aksi Tanggap Bencana:
Penyaluran Logistik: Distribusi bahan pangan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya secara berkala.
Pusat Informasi: Menjadi titik koordinasi bagi bantuan pihak ketiga agar distribusi lebih merata dan tepat sasaran.
Mitigasi Lanjutan: Tim di lapangan terus memantau kondisi tanah di sekitar area terdampak guna mencegah jatuhnya korban jiwa jika terjadi longsor susulan.
Kondisi medan yang berlumpur tidak menyurutkan langkah tim PTPN Group untuk menjangkau titik-titik tersulit. Inisiatif ini membuktikan bahwa komitmen korporasi terhadap tanggung jawab sosial (CSR) melampaui sekadar kewajiban, melainkan panggilan hati untuk membangun kembali harapan masyarakat.
Tentang PTPN Group:
PTPN Group terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa, baik melalui penguatan ketahanan pangan maupun melalui aksi sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.
(Lilis).

