Emas: "Payung" di Tengah Badai Krisis Dunia, Inilah Literasi Keuangan Syariah untuk Guru KBB


 PADALARANG, 29 Januari 2026 – Di tengah tensi geopolitik global yang memicu lonjakan harga komoditas, para pendidik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diajak untuk memperkuat benteng ekonomi keluarga. Melalui seminar bertajuk "Great Teacher" di Gedung HBS hari ini, Bank Syariah Emas (BSE) membedah strategi mengelola aset melalui literasi keuangan syariah.

​Emas sebagai Penyelamat Likuiditas

​Harga emas dunia yang kini menembus angka USD 1.550 per troy ounce dan kenaikan tajam harga Antam domestik menjadi sinyal kuat bahwa ketidakpastian ekonomi sedang terjadi.

​Brand Management Dago, Yogi Subagja, memberikan perumpamaan yang kuat di hadapan ratusan guru madrasah:

​"Jika hujan adalah krisis, maka payungnya adalah emas."

​Yogi menekankan keunggulan emas dibandingkan aset tidak bergerak seperti tanah, terutama dalam kondisi darurat. Beliau berkisah betapa pentingnya aset dengan likuiditas tinggi saat keluarganya membutuhkan biaya medis mendadak di luar negeri—sebuah situasi di mana emas membuktikan perannya sebagai dana darurat yang paling siap pakai.

​Inovasi Bullion Bank Pertama di Indonesia

​Sebagai bullion bank pertama di tanah air yang diresmikan oleh Presiden Haji Prabowo Subianto, BSE membawa misi besar untuk mendukung hilirisasi emas nasional. Masyarakat kini tidak perlu ragu memulai investasi karena aksesnya yang semakin inklusif:

​Tabungan Emas: Mulai dari Rp50.000 saja.

​Cicilan Syariah: Fasilitas cicilan dengan DP 5%.

​Privilese Guru KBB: Khusus untuk nasabah kerja sama di bawah naungan Kemenag KBB, tersedia DP 0% dan bebas biaya administrasi.

​Akad Fixed: Karena menggunakan skema syariah, angsuran bersifat tetap hingga lunas, memberikan ketenangan meski harga pasar terus melonjak.

​Mencetak Pendidik Berjiwa Entrepreneur

​Acara ini bukan sekadar soal angka, melainkan soal mentalitas. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dan Wakil Bupati Asep Ismail hadir langsung memberikan dukungan penuh bagi para pejuang literasi ini.

​Kepala Kantor Kemenag KBB, H. Mukti Hartono, menegaskan bahwa guru era modern harus inovatif dan adaptif. Kolaborasi dengan BSE—yang baru saja dinobatkan sebagai The Best Global Islamic Bank No. 1 in the World—diharapkan mampu membawa para guru mencapai kebebasan finansial, termasuk dalam merencanakan ibadah Haji dan Umrah.

​Penutup

Sinergi ini menjadi bukti bahwa ketahanan ekonomi nasional dimulai dari kesejahteraan para pendidik. Dengan perencanaan keuangan yang terarah, guru-guru di KBB diharapkan tetap berdiri kokoh meski badai ekonomi global menerjang.

(Salman).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate