CIMAHI, 29 Januari 2026 – Pemandangan berbeda kini menyapa warga dan pengendara yang melintasi kawasan Pemerintah Kota Cimahi. Sebuah monumen ikonik berupa Sistem Rudal Rapier milik Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) telah resmi berdiri tegak di bundaran baru Pemkot Cimahi, mempertegas identitas Cimahi sebagai "Kota Militer."
Bukan sekadar pajangan, kehadiran rudal legendaris ini membawa pesan sejarah mendalam tentang sistem pertahanan udara yang pernah menjaga kedaulatan langit nusantara.
Mengenal Sang Penjaga Langit: Rapier dari Inggris
Rudal Rapier merupakan mahakarya teknologi dari British Aircraft Corporation (BAC), Inggris. Dikembangkan pada era 1960-an, sistem ini mulai bertugas di kancah global pada awal 1970-an untuk menggantikan meriam anti-pesawat konvensional.
Di Indonesia, Rapier lama dikenal sebagai andalan satuan Arhanud dalam menangkal ancaman udara. Berikut adalah spesifikasi utama sang "Legenda Hidup" ini:
Asal Negara: Inggris (United Kingdom).
Keunggulan Utama: Akurasi tinggi dengan waktu reaksi yang sangat cepat.
Target Operasi: Efektif melumpuhkan pesawat tempur, helikopter, drone (UAV), hingga rudal jelajah.
Radius Tempur: Dirancang untuk pertahanan udara jarak dekat (VSHORAD) hingga menengah dengan mobilitas tinggi.
Simbol Kebanggaan Warga Cimahi
Penempatan Rudal Rapier di Bundaran Pemkot Cimahi ini diharapkan menjadi daya tarik edukasi sejarah militer bagi masyarakat luas. Monumen ini menjadi penghormatan atas dedikasi prajurit Arhanud yang bermarkas besar di Cimahi, sekaligus mempercantik estetika kota dengan nuansa heroisme yang kental.
"Kehadiran monumen ini memperkuat karakter Cimahi sebagai pusat pendidikan militer sekaligus mengingatkan kita pada pentingnya teknologi pertahanan dalam menjaga perdamaian."
(Eva).
