BANDUNG, 29 Januari 2026 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meluncurkan terobosan baru dalam skema penyaluran bantuan sosial bagi warga terdampak ekonomi. Guna menghindari kerumunan yang berisiko, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menerapkan sistem pembagian uang tunai langsung ke rumah warga, dengan nominal yang dirancang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok selama minimal dua bulan ke depan.
Melawan Kerumunan dengan Efisiensi
Gubernur Dedi menegaskan bahwa martabat warga adalah prioritas. Ia tidak ingin melihat antrean panjang yang melelahkan bagi rakyat kecil.
"Kita ubah polanya. Bukan rakyat yang datang mengantre, tapi bantuan yang mendatangi rakyat. Ini bukan sekadar soal protokol kesehatan, tapi soal memanusiakan warga agar tidak perlu berdesakan hanya untuk hak mereka," ujar Dedi Mulyadi saat meninjau simulasi penyaluran pagi tadi.
Poin Utama Kebijakan:
Target Hidup Layak: Jumlah bantuan telah dikalkulasi secara cermat agar mampu meng-cover biaya hidup dasar (pangan dan energi) untuk durasi minimal 2 bulan.
Metode Door-to-Door: Melibatkan petugas khusus yang dipantau secara digital untuk memastikan uang sampai ke tangan yang tepat tanpa potongan.
Transparansi Digital: Setiap penerima akan diverifikasi melalui sistem data terbaru untuk menghindari tumpang tindih bantuan.
Mengapa Ini Penting?
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dinamika ekonomi di Jawa Barat. Dengan memberikan napas lega selama dua bulan, masyarakat diharapkan dapat kembali fokus menata produktivitas tanpa rasa cemas akan kebutuhan dapur esok hari.
Sumber Media:
Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Gedung Sate, Bandung
(Lilis).
