CIMAHI – Tepat hari ini, Kamis (18/6/2026), semangat baru menyelimuti Kota Cimahi yang genap berusia 25 tahun. Memasuki usia seperempat abad, kota yang dikenal dengan julukan Kota Tentara ini berada di titik persimpangan krusial. Alih-alih larut dalam perayaan seremonial semata, DPRD Kota Cimahi justru memilih langkah taktis dengan membeberkan "jurus besar" untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan.
Dalam Sarasehan Refleksi 25 Tahun Kota Cimahi yang baru saja digelar, suasana diskusi berlangsung hangat. Para legislator, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga sosok di balik perjuangan pemekaran kota duduk bersama, merajut gagasan untuk masa depan Cimahi yang lebih berdaya saing.
"Kolaborasi: Senjata Utama"
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menegaskan bahwa usia 25 tahun adalah momentum emas untuk mengevaluasi diri. Ia dengan tegas menyatakan bahwa berbagai keterbatasan yang dimiliki kota bukanlah batu sandungan, melainkan peluang untuk melakukan lompatan besar.
"Perjalanan Cimahi penuh dinamika, namun saya sangat meyakini peluang yang kita miliki jauh lebih besar daripada tantangan yang ada. Kuncinya adalah kolaborasi," ujar Wahyu penuh optimisme.
Isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar, turut menjadi sorotan tajam. Wakil Ketua DPRD, H. Nabsun, menekankan pentingnya mengadopsi semangat para pendiri kota dalam mencari solusi konkret yang melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
Investasi Terbesar: Sumber Daya Manusia (SDM)
Senada dengan itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Cimahi, Agung Yudaswara, menyoroti aspek yang sering terlewatkan: kualitas manusia. Menurut Agung, Cimahi tidak bisa hanya mengandalkan luas wilayah atau kekayaan alam. Kekuatan sesungguhnya adalah warganya.
"Modal utama Cimahi adalah manusianya. Ketika SDM kita unggul, masalah sekompleks apa pun—mulai dari sampah hingga persoalan sosial—akan jauh lebih mudah diselesaikan. Investasi terbesar kita harus tertuju pada pembangunan SDM," tegas Agung.
Agung juga memberikan pesan khusus bagi generasi muda Cimahi. Ia mengajak anak-anak muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian aktif dari solusi dengan memberikan kontribusi nyata bagi kota kebanggaannya.
Menatap Masa Depan
Sarasehan ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan simbol bahwa Cimahi siap bertransformasi. Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat, Cimahi kini menatap masa depan dengan tekad bulat: menjadi kota yang tidak hanya bertahan, tetapi melesat dan membanggakan.
Dirgahayu ke-25 Kota Cimahi! Saatnya berkolaborasi, saatnya beraksi untuk Cimahi yang lebih maju.
(Red).
