Wujud Keadilan yang Memanusiakan: Tokoh Ormas Cimahi Apresiasi Langkah Humanis Kejari Cimahi dalam Penyelesaian Kasus


 CIMAHI – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi dalam menegakkan hukum tidak selalu diukur melalui jeruji besi. Terbukti, pendekatan Restorative Justice (Keadilan Restoratif) yang diterapkan Kejari Cimahi dalam penyelesaian kasus pencurian kembali menuai apresiasi positif dari tokoh masyarakat setempat.

​Nurdin Hidayat, salah satu tokoh Ormas di Kota Cimahi, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah humanis yang diambil oleh pihak Kejari Cimahi. Menurutnya, keputusan untuk menghentikan penuntutan perkara pencurian dengan pertimbangan rasa kemanusiaan adalah langkah bijak yang patut diteladani.

​"Sebagai perwakilan elemen masyarakat, kami sangat mengapresiasi langkah Kejari Cimahi. Hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah, tapi juga harus memiliki hati nurani. Dengan pendekatan Restorative Justice, Kejari Cimahi telah menunjukkan bahwa tujuan utama hukum adalah untuk memulihkan kedamaian, bukan sekadar menghukum," ujar Nurdin Hidayat, Jumat (12/6/2026).

​Pendekatan Restorative Justice sendiri merupakan penyelesaian perkara tindak pidana melalui dialog dan mediasi yang melibatkan pelaku, korban, keluarga, dan pihak terkait lainnya. Fokus utamanya bukan pada pembalasan, melainkan pemulihan keadaan semula dan pemberian kesempatan kedua bagi pelaku untuk memperbaiki diri, terutama jika tindak pidana dilakukan karena kondisi ekonomi yang mendesak.

​Nurdin berharap, sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan ini dapat terus dijaga. Ia percaya bahwa perdamaian yang lahir dari kesepakatan antarpihak lebih bermakna dalam menjaga kondusivitas Kota Cimahi.

​"Semoga langkah ini menjadi spirit bagi penegakan hukum yang lebih humanis ke depannya, sehingga keadilan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat," tutupnya.

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate