BANDUNG BARAT, 20 Juni 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat, Jumat (19/6) kemarin. Para pemangku kepentingan berkumpul dalam Rapat Paripurna istimewa untuk memperingati Milangkala ke-19 Kabupaten Bandung Barat. Momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan titik balik untuk berefleksi atas capaian sekaligus memetakan tantangan masa depan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Asep Ismail, hingga Ketua DPRD M. Mahdi. Kehadiran para tokoh pendiri daerah, Forkopimda, hingga kepala desa se-Kabupaten Bandung Barat menambah urgensi pertemuan yang menjadi simbol persatuan pembangunan daerah ini.
Menakar Kinerja: Antara Prestasi dan Evaluasi
Ketua DPRD, M. Mahdi, membuka agenda dengan memberikan penghormatan tertinggi kepada para tokoh pendiri daerah. Di tengah apresiasi atas raihan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, Mahdi mengajak seluruh elemen untuk tetap rendah hati.
"Kita harus jujur, kinerja eksekutif dan legislatif belum sepenuhnya menjawab seluruh ekspektasi masyarakat. Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat kolaborasi dalam mewujudkan kesejahteraan yang nyata," tegas Mahdi dalam sambutannya.
"Ngejaga Amanah, Ngewangun Raharja"
Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa tema Milangkala ke-19 tahun ini, “Ngejaga Amanah, Ngewangun Raharja”, bukan sekadar slogan. Ia menekankan pentingnya integritas dalam memegang kepercayaan publik.
Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Bandung Barat mencatatkan torehan positif yang menjadi modal optimisme:
Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai angka 5,28%.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Meningkat ke angka 71,65 poin.
Kondisi Infrastruktur: Penanganan jalan sepanjang 36,858 kilometer berhasil meningkatkan status kemantapan jalan hingga 78,80%.
Meski demikian, angka kemiskinan di 9,87% dan pengangguran di 6,60% tetap menjadi fokus perhatian. Bupati Jeje menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan aspirasi sebagai bahan bakar perbaikan kinerja. "Kami menerima kritik sebagai energi, masukan sebagai evaluasi, dan aspirasi sebagai amanah," ujar Jeje.
Pesan Strategis dari Jawa Barat
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memberikan catatan penting bagi arah pembangunan Bandung Barat. Ia mengingatkan bahwa kekayaan alam dan pariwisata—seperti kawasan Lembang—adalah aset luar biasa yang harus dikelola dengan bijak.
Erwan menyoroti pentingnya mitigasi bencana. Mengambil pelajaran dari musibah tanah longsor di Cisarua, ia menekankan agar setiap proyek pembangunan wajib memperhatikan daya dukung lingkungan. Ia menitipkan tiga pilar utama bagi Bandung Barat ke depan:
Akselerasi pelayanan publik yang lebih responsif.
Keberlanjutan infrastruktur yang berwawasan lingkungan.
Penguatan mitigasi bencana secara sistematis.
Perayaan Milangkala ke-19 ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Bandung Barat kini tengah menapaki fase kedewasaan, dengan semangat gotong royong sebagai penggerak utama demi mewujudkan masyarakat yang lebih raharja (sejahtera).
Informasi ini disarikan dari Rapat Paripurna yang berlangsung pada 19 Juni 2026.
(Red).
