CIMAHI — Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar tantangan hari ini, melainkan investasi masa depan lingkungan yang akan diwariskan kepada generasi mendatang. Hal tersebut disampaikannya di sela-sela kegiatan Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Legok Nangka, Jumat (31/7/2026).
Pembangunan fasilitas modern ini diproyeksikan menjadi solusi tuntas dan berkelanjutan dalam mengelola sampah kawasan Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi. Dengan mengusung teknologi Waste-to-Energy, fasilitas tersebut nantinya tidak hanya mereduksi volume sampah secara signifikan, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi listrik alternatif.
Harapan untuk Kota Cimahi
Dalam keterangannya, Wahyu Widyatmoko menyampaikan bahwa fasilitas PSEL Regional Legok Nangka ini nantinya akan melayani enam wilayah administratif. Kehadirannya diharapkan menjadi babak baru bagi Kota Cimahi untuk beralih menuju sistem pengelolaan lingkungan yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.
"Fasilitas ini akan melayani enam daerah, termasuk Kota Cimahi, sehingga diharapkan menjadi langkah besar menuju pengelolaan sampah yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Wahyu.
Teknologi Canggih Harus Didukung Kesadaran Kolektif
Meski mengandalkan teknologi pengolahan mutakhir, Wahyu mengingatkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya perubahan pola pikir dan kebiasaan dari tingkat yang paling mendasar.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Cimahi untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya keseharian, dimulai dari rumah tangga masing-masing melalui langkah-langkah kecil seperti:
Mengurangi produksi sampah harian
Memilah sampah sejak dari rumah
Menjaga kebersihan lingkungan secara konsisten
"Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Mari kita jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama, karena Cimahi yang bersih adalah tanggung jawab kita semua," tegasnya.
(Red).
