CIMAHI — Rencana perubahan nama atau rebranding RSUD Cibabat yang tengah hangat diperbincangkan publik menuai beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satu suara kritis dan konstruktif datang dari tokoh pemuda sekaligus mantan Ketua KNPI Kota Cimahi dua periode, Yusuf Handriana.
Sebagai figur yang lama mengabdi dan mendedikasikan diri untuk kemajuan pemuda serta daerah, Yusuf Handriana menyampaikan pandangan komprehensifnya menyikapi wacana perubahan identitas rumah sakit kebanggaan masyarakat Cimahi tersebut.
Aspirasi dan Pandangan Kritis Yusuf Handriana:
Dukungan Penuh untuk Transformasi yang Lebih Baik
Yusuf pada prinsipnya sangat mendukung langkah-langkah strategis yang bertujuan untuk memajukan fasilitas kesehatan di Kota Cimahi. Kendati demikian, ia menekankan bahwa esensi utama dari setiap kebijakan publik harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Kajian Mendalam Berbasis Historis, Budaya Lokal, dan Tradisi
Terkait wacana pergantian nama, ia mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru. Nama sebuah fasilitas publik yang telah melekat puluhan tahun menyimpan nilai historis, sosiologis, dan ikatan emosional tersendiri dengan warga Cimahi. Oleh karena itu, peninjauan dan pengkajian ulang harus melibatkan napas kebudayaan lokal dan tradisi Sunda agar identitas kultural daerah tetap terjaga dengan baik.
Harapan Besar pada Peningkatan Kualitas Pelayanan
Mantan Ketua KNPI dua periode ini menegaskan bahwa substansi terpenting dari dinamika ini bukanlah sekadar perubahan papan nama atau administratif semata. Yang paling dinantikan oleh masyarakat adalah transformasi nyata berupa pelayanan medis yang semakin ramah, cepat, profesional, humanis, serta berkeadilan tanpa pandang bulu.
Seruan Kebijaksanaan bagi DPRD Kota Cimahi
Menghadapi proses lanjutan yang akan bermuara di legislatif, Yusuf menitipkan pesan khusus kepada DPRD Kota Cimahi agar bersikap arif, bijaksana, serta benar-benar menyerap dan mengedepankan aspirasi riil dari masyarakat bawah sebelum mengambil keputusan final.
“Perubahan identitas harus sejalan dengan peningkatan kualitas substansial. Mari kita kawal bersama agar kebijakan ini betul-betul membawa kemaslahatan, kemajuan mutu kesehatan, serta tetap berpijak pada akar sejarah dan budaya lokal Kota Cimahi tercinta,” pungkasnya.
(Red).
