CIMAHI — Wanoja Kota Cimahi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Cimahi menggelar kegiatan refleksi dan aksi simpatik untuk memperingati 30 Tahun Peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Juli (Kudatuli). Acara penuh khidmat ini dilangsungkan di Pendopo DPRD Kota Cimahi pada Senin malam, 27 Juli 2026, pukul 19.00 WIB.
Peringatan tiga dekade kelamnya sejarah demokrasi Indonesia ini menjadi momentum penting untuk mengenang kembali perlawanan atas penyerangan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro oleh rezim Orde Baru yang berupaya mengkudeta kepemimpinan sah Ibu Megawati Soekarnoputri kala itu.
Rangkaian Acara: Refleksi, Solidaritas, dan Kedamaian
Berbeda dari aksi konvensional, kegiatan di Kota Cimahi dikemas secara simpatik dan menyentuh hati melalui berbagai agenda bermakna:
Doa Bersama & Mengheningkan Cipta: Mengirimkan doa bagi para pejuang demokrasi yang menjadi korban dalam sejarah kelam Kudatuli.
Renungan Suci: Mengingat kembali pesan Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan pengorbanan para pendahulunya.
Orasi & Puisi Politik: Menyuarakan keteguhan hati kader untuk terus menjaga api semangat perjuangan tetap menyala dalam mengawal aspirasi rakyat.
Pembagian Setangkai Bunga Mawar: Simbol cinta kasih dan perdamaian yang dibagikan langsung kepada masyarakat sekitar sebagai tanda bahwa perjuangan politik harus selalu berpijak pada kemanusiaan.
Penyemangat Baru bagi Kader di Kota Cimahi
Melalui momentum bersejarah ini, DPC PDI Perjuangan dan Wanoja Kota Cimahi berharap seluruh kader partai semakin solid, militan, dan tidak pernah melupakan akar sejarah perjuangan partai.
"Ingat Sejarah, Jaga Negeri, Tetap Merdeka!" menjadi pekik semangat yang menggema dalam acara tersebut, sekaligus pengingat bahwa demokrasi hari ini harus dirawat dengan ketulusan dan keberanian dalam membela kebenaran.
(Red).
