Modus Licik Perwira TNI AL Selundupkan Sabu Lewat Pesawat Militer Terbongkar


 MEDAN — Kasus peredaran narkotika yang melibatkan oknum aparat kembali mencoreng institusi militer. Seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut berinisial Mayor Laut Faisal Mulia terseret dalam pusaran kasus penyelundupan sabu dengan menggunakan modus operandi yang tergolong licik dan tak biasa, yakni memanfaatkan penerbangan pesawat militer.

​Fakta mengejutkan ini terungkap dalam persidangan perkara peredaran narkoba yang digelar di Pengadilan Militer Tinggi I Medan, Senin (10/8/2026).

​Kronologi dan Modus Operandi

​Berdasarkan fakta persidangan, kasus ini bermula ketika Mayor Laut Faisal Mulia mencari tahu jadwal terbang pesawat udara CN-235 dengan rute Tanjungpinang menuju Jakarta. Setelah mendapatkan informasi jadwal tersebut, pelaku membagi barang haram berupa sabu ke dalam beberapa paket kecil demi mengelabui petugas.

​Tak tanggung-tanggung, sebanyak 12 paket sabu disamarkan dengan cara dimasukkan ke dalam bungkus makanan ringan, lalu dilapis kembali menggunakan kotak sepatu PDL Angkatan Laut. Agar semakin meyakinkan, kotak tersebut bahkan dituliskan pesan manis seolah-olah merupakan paket oleh-oleh dari "Brenda dan Iccal" dengan narasi ucapan selamat umrah untuk seorang ibu.

​Paket titipan terselubung itu kemudian diserahkan kepada co-pilot agar diterbangkan secara gratis menuju Madiun, Jawa Timur.

​Diringkus Intelijen Sebelum Lepas Landas

​Niat busuk tersebut akhirnya kandas sebelum terbang. Berkat kejelian intelijen internal TNI AL, aksi ilegal pelaku berhasil terendus sebelum pesawat sempat lepas landas. Petugas langsung mengamankan pelaku di area shelter pesawat bersama barang bukti sabu seberat 9,83 gram.

​Dalam kesaksiannya di persidangan, Kapten Laut I Made Surya mengaku sudah tiga kali membeli narkotika jenis sabu dari Mayor Laut Faisal Mulia, yang notabene merupakan perwira yang menjabat di Wing Udara 1 Tanjungpinang. Hal ini mengindikasikan bahwa transaksi haram tersebut telah berulang kali terjadi di lingkungan internal oknum perwira.

​Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik, mengingat modus operandi yang memanfaatkan fasilitas negara demi melancarkan aksi kejahatan narkotika merupakan ancaman serius bagi integritas institusi pertahanan negara.



(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate