AMBOSELI, KENYA – 19 Februari 2026 – Dunia konservasi internasional hari ini berselimut duka. Craig, gajah ikonik yang dikenal sebagai salah satu "Super Tusker" terakhir di dunia, ditemukan telah mati secara alami di usianya yang ke-54 tahun.
Kepergian Craig bukan sekadar kehilangan seekor gajah, melainkan berlalunya sebuah legenda hidup yang menjadi simbol kemenangan upaya pelestarian alam di tengah ancaman perburuan liar yang masif.
Keunikan yang Menakjubkan
Lahir pada tahun 1972, Craig menjadi primadona di Taman Nasional Amboseli, Kenya. Ia memiliki karakteristik fisik yang sangat langka:
Gading Raksasa: Kedua gadingnya memiliki berat masing-masing lebih dari 45 kg.
Hampir Menyentuh Tanah: Panjang gadingnya yang melengkung indah hampir menyapu permukaan tanah saat ia berjalan, sebuah pemandangan yang kini sangat jarang ditemukan di alam liar.
Simbol Harapan dan Perjuangan
Di era di mana gajah-gajah berukuran besar sering kali menjadi target utama pemburu gading, Craig berhasil bertahan hidup hingga usia tua. Keberhasilannya ini merupakan buah dari kerja keras kolaboratif selama puluhan tahun antara:
Kenya Wildlife Service (KWS)
Amboseli Trust for Elephants
Penjaga Komunitas Maasai yang berdedikasi menjaga keselamatannya selama 24 jam penuh.
"Craig adalah bukti nyata bahwa ketika manusia bersatu untuk melindungi alam, raksasa yang paling rentan sekalipun dapat hidup dengan utuh dan alami hingga akhir hayatnya," ujar salah satu perwakilan konservasi di Amboseli.
Warisan yang Tak Akan Padam
Meskipun padang rumput Amboseli kini terasa lebih sunyi tanpa langkah kakinya yang megah, warisan Craig tetap hidup. Ia telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk lebih peduli terhadap perlindungan satwa liar dan memerangi perdagangan gading ilegal.
Selamat jalan, Craig. Sang Raksasa Sejati dari Afrika.
(Red).
