BANDUNG BARAT, 18 Februari 2026 – Sebuah konten eksplorasi misteri berubah menjadi kenyataan yang jauh lebih mengerikan dari sekadar mitos hantu. Suasana angker bekas wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, kini resmi menjadi saksi bisu aksi kriminalitas brutal yang merenggut nyawa seorang remaja tak berdosa.
Kronologi Penemuan: Dari "Live" Horor ke TKP Nyata
Jumat malam (13/2) seharusnya menjadi malam konten biasa bagi dua streamer TikTok pendamba adrenalin. Namun, saat menyisir semak belukar demi mencari penampakan makhluk halus, lensa kamera mereka justru menangkap sosok yang membuat bulu kuduk berdiri bukan karena mistis: jasad manusia.
Korban teridentifikasi sebagai ZAA (14), siswa kelas 9 SMPN 26 Bandung yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Selasa malam (10/2).
Hasil Autopsi yang Memilukan
Berdasarkan hasil autopsi dari RS Sartika Asih, ZAA ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Remaja malang ini mengalami kekerasan fisik yang luar biasa hebat:
Luka berat di bagian kepala.
8 luka tusukan di bagian perut.
Ditemukannya tas berisi seragam sekolah di dekat jasad, yang memperkuat identitas korban sebagai pelajar.
Motif "Cut Off" Berujung Maut
Polisi bergerak cepat. Tim gabungan berhasil meringkus dua pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) di wilayah Banyuresmi, Garut, pada Minggu dini hari (15/2).
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adiputra, mengungkapkan motif di balik aksi keji ini yang sangat sulit dinalar. Hanya karena sakit hati diputus hubungan pertemanannya oleh korban, kedua pelaku tega menghabisi nyawa teman mereka sendiri. Diduga kuat, ZAA berusaha menjauh (cut off) karena merasa lingkungan pertemanannya toxic, namun langkah penyelamatan diri tersebut justru dibalas dengan nyawa.
Sosok ZAA: Anak Piatu yang Pendiam dan Berbakti
Kepergian ZAA meninggalkan luka mendalam bagi SMPN 26 Bandung. Kepala Sekolah, Titin Supriatin, mengenang ZAA sebagai sosok siswa teladan.
"ZAA adalah anak yang pendiam, tidak pernah terlibat masalah, dan bersih dari catatan kenakalan sekolah," ungkap Titin dengan nada getir.
Kisah hidup ZAA pun terbilang berat. Ia telah menjadi piatu sejak kelas 5 SD setelah ibunya wafat. Sehari-hari, ia merawat ayahnya yang sedang sakit. Kehilangannya menjadi tamparan keras bagi keluarga dan rekan-rekan sekolahnya.
Catatan Redaksi:
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi kita semua mengenai bahaya pertemanan toxic dan pentingnya pengawasan terhadap pergaulan remaja di bawah umur. Penemuan tak sengaja oleh streamer misteri ini seolah menjadi "jalan langit" agar jasad ZAA ditemukan dan keadilan bisa ditegakkan.
(Yogi).
