Persahabatan di Balik Seragam: Potret Keakraban Panglima TNI Agus Subiyanto dan Kades Cihanjuang, Ternyata Teman Satu Sekolah!

 

BANDUNG BARAT, 25 Maret 2026 – Sebuah foto yang memperlihatkan momen keakraban antara Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dengan Kepala Desa Cihanjuang, Gagan Wirahma, mendadak menjadi sorotan hangat. Meski keduanya kini mengemban tanggung jawab yang jauh berbeda—satu memimpin militer nasional, yang lain memimpin masyarakat desa—ternyata ada ikatan masa lalu yang sangat kuat di antara mereka.

​Dibalik kewibawaan seragam loreng bintang empat dan seragam cokelat aparatur desa, tersimpan cerita persahabatan lama yang bermula dari bangku sekolah yang sama, yaitu SMAN Cimindi (sekarang dikenal sebagai SMAN 13 Bandung).

​Ikatan Alumni yang Tak Lekang Waktu

​Dalam sebuah percakapan santai, Gagan Wirahma mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan sang Panglima bukanlah hal baru. Mereka berdua merupakan bagian aktif dari ikatan alumni sekolah tersebut.

​"Beliau adalah Ketua Alumni sekolah kami, dan saya sendiri dipercaya sebagai wakilnya," ungkap Gagan saat dikonfirmasi mengenai foto tersebut.

​Meski berbeda angkatan—Jenderal Agus Subiyanto merupakan lulusan tahun 1986 dan Gagan Wirahma lulusan tahun 1987—hal itu tidak menghalangi kekompakan mereka. Hubungan "kakak kelas dan adik kelas" ini justru bertransformasi menjadi kolaborasi sinergis dalam mengelola organisasi alumni.

​Momen Humanis di Tengah Tugas Negara

​Foto yang beredar menunjukkan keduanya duduk bersila dengan santai, mengobrol tanpa sekat protokol yang kaku. Momen ini mencerminkan sisi humanis seorang Panglima TNI yang tidak melupakan akar dan kawan lama di tengah kesibukannya menjaga kedaulatan NKRI sejak dilantik 22 November 2023 lalu.

​Bagi warga Desa Cihanjuang, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, melihat pemimpin desa mereka memiliki kedekatan dengan tokoh nasional memberikan kebanggaan tersendiri. Hal ini membuktikan bahwa silaturahmi adalah kunci dalam membangun jejaring, dari level desa hingga tingkat tertinggi negara.

​Pertemuan tersebut bukan sekadar nostalgia, namun menjadi simbol bahwa pengabdian pada negara bisa dilakukan di mana saja, baik di medan laga maupun di tengah masyarakat desa, dengan tetap membawa semangat kekeluargaan yang sama.



(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate