BALANGAN, 7 Februari 2026 – Di tengah rimbunnya hutan dan dinginnya udara Pegunungan Meratus, sebuah denyut peradaban Islam terus berdetak kuat. Tepatnya di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sebuah lembaga pendidikan terpadu yang terdiri dari TPA, Tahfidz Al-Qur'an, dan Pondok Pesantren menjadi oase ilmu bagi masyarakat suku Dayak Meratus dan sekitarnya.
Meski berada di wilayah geografis yang menantang, semangat para santri dalam menghafal kalam Ilahi tidak pernah luntur. Lembaga ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan simbol harapan bagi generasi muda di pelosok negeri untuk mendapatkan pendidikan agama yang layak dan berkualitas.
Mengapa Ini Menarik?
Lokasi Strategis & Eksotis: Berdiri kokoh di wilayah Pegunungan Meratus, membuktikan bahwa jarak dan medan sulit bukan penghalang bagi dakwah dan pendidikan.
Pemberdayaan Masyarakat Lokal: Kehadiran pesantren ini menyentuh langsung wilayah komunitas Dayak Meratus, menciptakan harmoni antara kearifan lokal dan nilai-nilai religius.
Pendidikan Terpadu: Dengan sistem satu atap (TPA untuk usia dini, Tahfidz untuk hafalan, dan Pesantren untuk pendalaman kitab), lembaga ini mencetak generasi yang mandiri dan berakhlakul karimah.
"Pendidikan adalah lentera. Di atas gunung ini, kami berusaha memastikan lentera itu terus menyala, membawa perubahan bagi anak-anak kami di pedalaman," ujar salah satu pengelola pendidikan setempat.
Membangun Masa Depan dari Pedalaman
Keberadaan pondok pesantren di Tebing Tinggi ini diharapkan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Fasilitas yang memadai dan perhatian berkelanjutan akan sangat membantu para santri dalam menggapai cita-cita mereka menjadi hafiz dan ulama masa depan yang mampu membangun daerahnya sendiri.
Sumber Media:
Humas Pendidikan Al-Fathurrahim / Panitia Lokal
Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan
(Red).
