Sikat Habis Perang Sarung: Polres Cimahi Panggil Orang Tua dan Ancam Sanksi Pidana


 CIMAHI – Tren negatif "perang sarung" yang kerap menghantui momen Ramadan dan waktu malam hari kini mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian. Polres Cimahi baru saja menggagalkan aksi tawuran bermodus perang sarung yang melibatkan sejumlah pelajar di wilayah Kota Cimahi, Sabtu (21/02/2026).

​Langkah tegas diambil: para remaja ini tidak hanya didata, tetapi orang tua mereka "diseret" ke Mapolres untuk diberikan pembinaan intensif.

​Media Sosial Jadi Pemicu Utama

​Kabid Humas Polda Jawa Barat, Hendra Rochmawan, membeberkan bahwa aksi ini bukanlah insiden spontan. Perang sarung tersebut umumnya telah direncanakan secara matang melalui pesan singkat dan media sosial, dengan waktu eksekusi selepas salat tarawih hingga menjelang sahur.

​"Perang sarung sangat berbahaya karena dapat berujung pada tawuran fisik dan berpotensi menimbulkan korban luka bahkan korban jiwa," tegas Hendra.

​Zero Tolerance: Tak Ada Ruang Bagi Pelaku

​Kapolres Cimahi, Niko N Adi Putra, menyatakan bahwa kepolisian tidak akan memberikan celah bagi pelaku gangguan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Menurutnya, perang sarung bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa, melainkan ancaman nyata.

​Poin-Poin Tindakan Tegas Kepolisian:

​Pendataan Permanen: Pelajar yang terlibat akan dicatat dalam database kepolisian.

​Pemanggilan Orang Tua: Memaksa wali murid untuk lebih aware terhadap aktivitas anak di jam rawan malam hari.

​Ancaman Pidana: Polisi menegaskan akan memproses hukum jika ditemukan unsur pidana (seperti senjata tajam atau penganiayaan berat).

​Patroli Gabungan: Sinergi dengan Satpol PP untuk menyisir titik-titik rawan secara berkala.

​Pesan Untuk Orang Tua: Perketat Pengawasan!

​Polres Cimahi menekankan bahwa kunci utama pencegahan ada di tangan keluarga. Masyarakat diimbau untuk segera melapor melalui hotline kepolisian jika melihat kerumunan remaja yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

​"Kami ingin orang tua lebih peduli. Jangan biarkan anak-anak kita terjerumus dalam kegiatan negatif yang bisa merusak masa depan mereka sendiri," tutup Kapolres Niko.

​Dengan pengawasan ketat dan pembinaan berkelanjutan, diharapkan Kota Cimahi tetap kondusif dan para pelajar dapat fokus pada kegiatan yang lebih produktif.

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate