DUNIA DI AMBANG PERANG BESAR: Panglima Angkatan Darat dan Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan Udara Israel-AS


 TEHERAN / YERUSALEM – Senin, 2 Maret 2026 – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik didih yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menyusul serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh kekuatan militer Israel dan Amerika Serikat pada akhir pekan lalu, laporan resmi hari ini mengonfirmasi runtuhnya struktur komando tertinggi Republik Islam Iran.

​Poin-Poin Utama Kejadian:

​Gugurnya Petinggi Militer: Panglima Angkatan Darat Iran, Jenderal Amir Hatami, dilaporkan tewas dalam serangan presisi yang menargetkan pusat komando di Teheran. Tak hanya Hatami, sejumlah petinggi lainnya termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Jenderal Abdolrahim Mousavi, dan Sekretaris Dewan Pertahanan, Ali Shamkhani, juga dikonfirmasi gugur.

​Kematian Ayatollah Ali Khamenei: Dalam pengumuman yang mengguncang dunia Islam, Iran telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan tersebut. Teheran kini menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

​Operasi "Auman Singa": Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan ini sebagai bagian dari Operation Lion's Roar, sebuah kampanye militer bersama AS yang bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur rudal dan nuklir Iran secara total.

​Dampak Global: Hari ini, Senin (2/3), harga minyak mentah dunia melonjak tajam seiring ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz. Di dalam negeri Indonesia, harga emas Antam dilaporkan menembus rekor tertinggi baru akibat ketidakpastian geopolitik global.

​Kondisi Terkini di Lapangan:

Hingga pagi ini, suasana di Teheran dilaporkan mencekam. Sebagian warga turun ke jalan untuk mengecam serangan tersebut, sementara akses internet di beberapa wilayah Iran masih mengalami gangguan total. Di sisi lain, Iran telah memulai pembalasan dengan meluncurkan gelombang rudal ke arah Tel Aviv dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

​Pernyataan Internasional:

Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan mendalam dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri guna mencegah Perang Dunia III. Indonesia siap menjadi mediator demi menjaga stabilitas kawasan dan keselamatan ribuan warga negara Indonesia yang berada di Timur Tengah.

​Sumber Media:

Biro Pers Internasional / Update Konflik Timur Tengah 2026

Situs web: www.updatesejagat.com

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate