GIBAS Kota Cimahi Ingatkan Warga Waspadai Konflik Buatan: "Kudu Bisa Ngajaga Lembur, Akur Jeng Dulur, Panceg Dina Galur"


 CIMAHI — Dinamika sosial dan organisasi sering kali diwarnai oleh ketegangan yang tidak jarang sengaja diciptakan oleh pihak-pihak tertentu demi motif terselubung. Memahami pola di balik ketegangan ini menjadi kunci penting agar masyarakat tidak terseret ke dalam pusaran masalah yang kontraproduktif.

​Hari ini, Kamis, 23 Juli 2026, Ketua Resort Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Kota Cimahi, Nurdin Hidayat, mengingatkan pentingnya mengenali motif utama di balik konflik buatan yang kerap muncul di tengah masyarakat:

​Mencari Keuntungan Kelompok: Konflik sengaja dihembuskan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu krusial atau demi memuluskan kepentingan golongan tertentu.

​Strategi Pecah Belah (Divide et Impera): Provokator sengaja menciptakan perpecahan agar solidaritas melemah dan lebih mudah dikuasai.

​Memonopoli Perhatian Publik: Sebagian pihak sengaja memancing ketegangan demi mendulang popularitas instan, sensasi, serta sorotan melalui drama.

​Pelampiasan Ego dan Dominasi: Konflik dipicu demi memuaskan rasa ingin menang sendiri, menunjukkan kekuasaan, atau memaksakan kehendak.

​Langkah Bijak Menghindari Jebakan Konflik

​Agar terhindar dari kerugian energi akibat ikut terjerumus dalam ketegangan yang tidak sehat, Nurdin Hidayat membagikan langkah-langkah aplikatif yang dapat diterapkan sehari-hari:

​Kenali Motif di Balik Ketegangan: Amati situasi secara objektif sebelum terpancing untuk merespons. Sadari apakah sebuah isu benar-benar substansial atau sekadar provokasi murahan.

​Terapkan Jeda Waktu (Pause): Hindari merespons situasi panas secara reaktif. Ambil waktu agar logika dapat berpikir jernih sebelum bertindak.

​Pilah Pertarungan yang Layak Dihadapi: Tanyakan pada diri sendiri apakah masalah tersebut berdampak nyata. Jika tidak memberikan nilai positif, lebih baik abaikan.

​Tegakkan Batasan Diri (Boundaries): Menjaga jarak dari lingkungan atau percakapan yang toksik adalah bentuk perlindungan terhadap ketenangan jiwa.

​Fokus pada Solusi atau Tinggalkan Arena: Arahkan komunikasi pada data dan solusi objektif. Jika lawan bicara hanya mencari keributan tanpa niat baik, mengundurkan diri adalah pilihan terbaik.

​Pesan Moral dan Himbauan GIBAS Kota Cimahi

​Mengakhiri pandangannya, Nurdin Hidayat menegaskan pentingnya merawat persatuan di tatar Sunda dengan memegang teguh prinsip kearifan lokal yang sarat makna kekeluargaan.

​"Urang Cimahi kudu bisa ngajaga lembur, akur jeng dulur, panceg dina galur. Silih asah, silih asih, silih asuh," ujar Nurdin Hidayat penuh penekanan.

​"Sebagai bagian dari GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi), saya berpesan agar seluruh masyarakat senantiasa mengedepankan akal sehat dan persaudaraan. Jangan mudah terprovokasi oleh agenda terselubung pihak yang ingin memecah belah kerukunan kita demi kepentingan sesaat. Mari kita jaga kondusifitas lingkungan dengan memperkuat soliditas, menebar kedamaian, dan fokus membangun hal-hal yang jauh lebih bermanfaat bagi kemaslahatan bersama."

​Dengan mengenali tujuan tersembunyi dari sebuah konflik serta menerapkan batasan diri yang sehat, setiap individu dapat menjaga kedamaian mental sekaligus fokus pada hal-hal yang produktif demi kemajuan Kota Cimahi. Salam cinta damai!

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate