Kekacauan di Kantor Wali Kota : Efisiensi Anggaran Berujung Bentrok Berdarah


 Tidore, 15 Juli 2026 – Suasana di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, berubah mencekam. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terlibat dalam kericuhan hebat yang nyaris berujung pada aksi pembakaran kantor wali kota.

​Pemicu Kemarahan: Pemotongan Pendapatan Drastis

​Aksi protes ini meledak setelah Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen, mengeluarkan pernyataan mengenai kebijakan efisiensi anggaran daerah. Kebijakan tersebut mencakup langkah kontroversial, yaitu:

​Pemotongan 30% Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN.

​Pemotongan pendapatan bagi pegawai PPPK.

​Langkah ekstrem ini terpaksa diambil pemerintah daerah demi menutup lubang defisit anggaran daerah yang mencapai lebih dari Rp50 miliar.

​Ketegangan Memuncak: Skenario Terburuk bagi Pegawai

​Dalam sebuah pernyataan yang memicu emosi massa, Wali Kota juga menyinggung mengenai skenario terburuk yang harus dihadapi para pegawai, yaitu kemungkinan adanya kebijakan perampingan pegawai atau dirumahkan. Meski demikian, di sisi lain, Wali Kota Muhammad Sinen sempat memberikan klarifikasi dengan memastikan tidak ada pegawai yang akan dirumahkan akibat kondisi ini.

​Kericuhan ini mencerminkan tingginya tensi ketidakpastian nasib ribuan pegawai di tengah krisis keuangan yang melanda daerah tersebut.

(Red).


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate