GOWA, 15 Juli 2026 – Suasana ruang rapat Pansus DPRD Gowa mendadak tegang pada Senin, 14 Juli 2026. Bupati Gowa dilaporkan melakukan aksi walk out di tengah berjalannya agenda hak angket yang digelar oleh pihak legislatif.
Aksi meninggalkan ruangan ini terjadi saat Bupati tengah dicecar oleh anggota dewan terkait sejumlah isu krusial yang menyita perhatian publik. Kritikan tajam pun sempat terlontar di dalam ruang sidang, di mana sikap Bupati disebut-sebut "minim etika, minim bicara, dan culas".
Adapun poin-poin utama yang menjadi fokus dalam agenda hak angket tersebut meliputi:
Dugaan Penyimpangan: Adanya indikasi pelanggaran dalam proses pengadaan seragam sekolah gratis untuk Tahun Anggaran 2025.
Penyalahgunaan Kewenangan: Terkait keputusan pembatalan sepihak atas program beasiswa S3 kedokteran milik Rizqila.
Isu Etika: Dugaan mengenai perbuatan tercela atau isu perselingkuhan yang melibatkan pejabat terkait.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak Bupati Gowa mengenai alasan di balik aksi walk out tersebut. Publik kini menanti kelanjutan dari proses hak angket ini guna mendapatkan transparansi atas tuduhan-tuduhan yang dilayangkan oleh DPRD.
(Red).
