BANDUNG, 16 Januari 2026 – Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) melakukan rangkaian kunjungan kerja maraton di wilayah Bandung Raya hari ini. Kunjungan ini difokuskan pada dua isu krusial: akselerasi teknologi pengolahan sampah perkotaan dan pelestarian sumber daya air di hulu Sungai Citarum.
Inovasi Pengolahan Sampah: Dari Insinerator hingga Pirolisis
Memulai agenda sejak pagi buta, Menteri LH bertolak dari Jakarta menuju Insinerator TPS Batu Rengat. Di lokasi ini, beliau meninjau efektivitas pembakaran sampah yang minim emisi sebagai solusi penanganan tumpukan sampah di tingkat lokal.
Tak berhenti di situ, pemantauan berlanjut ke Pasar Caringin untuk melihat langsung manajemen limbah pasar tradisional yang kerap menjadi tantangan besar bagi kebersihan kota. Sebagai penutup rangkaian isu sampah, Menteri mengunjungi TPS Pirolisis Baladewa. Di sana, beliau menyaksikan teknologi konversi sampah menjadi sumber energi alternatif.
"Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode kumpul-angkut-buang. Inovasi seperti di Baladewa dan Batu Rengat adalah kunci agar sampah habis di sumbernya," ujar Menteri LH saat sesi doorstop di hadapan awak media.
Menyentuh "Nadi" Jawa Barat di Puncak Cisanti
Setelah menunaikan ibadah Sholat Jumat di Masjid Habiburahman dan beristirahat sejenak, rombongan bertolak menuju Kabupaten Bandung bagian selatan. Targetnya adalah Puncak Cisanti, titik nol atau hulu dari Sungai Citarum yang legendaris.
Tiba di lokasi pada sore hari yang sejuk, Menteri melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi mata air. Kehadiran beliau di Cisanti menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mengawal program Citarum Harum agar dampak ekologisnya tetap berkelanjutan bagi jutaan warga yang bergantung pada aliran sungai ini.
Ringkasan Agenda Kunjungan Kerja (16 Januari 2026):
Pagi: Peninjauan teknologi pengolahan sampah di TPS Batu Rengat dan TPS Pirolisis Baladewa.
Siang: Evaluasi kebersihan dan tata kelola limbah di Pasar Caringin.
Sore: Peninjauan konservasi alam dan sumber mata air di Hulu Sungai Citarum, Puncak Cisanti.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemacu bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih bersinergi dalam menjaga ekosistem lingkungan, mulai dari pengelolaan limbah rumah tangga hingga perlindungan hutan di wilayah hulu.
Sumber Media:
Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup / BPLH
