Cimahi Berstatus Siaga Gizi: Wali Kota Ngatiyana Tutup Paksa Dapur SPPG Karangmekar Buntut Keracunan Massal 43 Siswa


 CIMAHI, 27 Februari 2026 – Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana, mengambil langkah drastis dengan menghentikan total operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 mulai hari ini. Keputusan tegas ini diambil menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 43 siswa dan seorang guru setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu lalu.

​Hingga Jumat pagi, data medis menunjukkan puluhan korban yang terdiri dari pelajar tingkat TK, SD, hingga SMP masih dalam pengawasan intensif di tiga rumah sakit berbeda, yakni RSUD Cibabat, RS Dustira, dan RS Mitra Kasih.

​Tindakan Tegas Tanpa Kompromi

Wali Kota Ngatiyana yang turun langsung memantau kondisi para siswa di RSUD Cibabat menegaskan bahwa keselamatan warga, terutama anak-anak, adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.

​"Saya instruksikan dapur SPPG Karangmekar 002 ditutup total. Tidak boleh ada operasional sampai investigasi menyeluruh selesai. Kita harus pastikan apa penyebab pastinya, apakah ada prosedur yang dilanggar atau kualitas bahan baku yang tidak layak," tegas Ngatiyana dalam keterangannya, Jumat (27/2).

​Langkah penutupan paksa ini didukung oleh instruksi kepada Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan audit forensik terhadap sistem pengolahan makanan di fasilitas tersebut.

​Onigiri Berbau Basi Jadi Sorotan

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa menu yang dibagikan terdiri dari onigiri isi ayam, telur rebus, kurma, apel, dan susu UHT. Sejumlah pihak, termasuk kepala sekolah dan guru, sempat mencium aroma tidak sedap (basi) pada nasi onigiri sebelum gejala mual, pusing, dan muntah mulai menyerang para siswa.

​Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, yang turut mendampingi penanganan medis sejak malam kejadian, memastikan bahwa seluruh biaya perawatan pasien akan ditanggung oleh pemerintah. "Fokus kita saat ini adalah pemulihan fisik anak-anak dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di titik distribusi mana pun di Kota Cimahi," ujar Adhitia.

​Evaluasi Total Program MBG

Pemerintah Kota Cimahi saat ini tengah menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dari Labkesda Jawa Barat. Insiden ini menjadi catatan kelam pertama sejak program MBG dijalankan di Cimahi pada November 2025 lalu.

​Wali Kota Ngatiyana mengimbau seluruh orang tua siswa untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika anak mereka menunjukkan gejala serupa setelah mengonsumsi makanan dari program sekolah.

​"Ini adalah peringatan keras bagi seluruh pengelola SPPG. Jangan main-main dengan standar kesehatan lingkungan dan kebersihan pengolahan. Nyawa anak-anak kita taruhannya," tutup Ngatiyana.

​Sumber Media:

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi

Gedung C Lantai 4, Pemkot Cimahi

Email: humas@cimahikota.go.id

Website: www.cimahikota.go.id

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate