Bandung Barat, 30 April 2026 – Penjabat Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail (yang akrab disapa Jeje Govinda), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Bandung Barat setelah menerima keluhan langsung dari masyarakat terkait sulitnya pengurusan administrasi kependudukan.
Dalam kunjungan tersebut, Jeje mendampingi langsung seorang warga bernama Ibu Siti yang sebelumnya mengaku kesulitan mengurus akte kelahiran. Kejadian ini bermula saat Ibu Siti mendatangi MPP pada 27 April lalu, namun prosesnya terhambat dengan alasan kuota penuh dan diarahkan ke sistem daring yang juga sulit diakses.
Ironi Pelayanan Publik: Calo Lebih Cepat?
Yang menjadi perhatian serius Bupati adalah adanya laporan bahwa pihak ketiga atau calo justru menawarkan kemudahan dengan proses yang jauh lebih cepat dibandingkan jalur resmi.
"Saya tidak habis pikir, lewat jalur resmi dibilang penuh, tapi di luar ada oknum yang bisa menjanjikan langsung jadi. Ini artinya ada akses yang bocor. Pelayanan publik harusnya jadi kemudahan, bukan malah membuat masyarakat stres," tegas Jeje di hadapan petugas loket MPP.
Langkah Tegas dan Permohonan Maaf
Melihat kondisi di lapangan, Jeje langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan investigasi internal guna memberantas praktik percaloan yang mencederai kepercayaan masyarakat.
Tak hanya memberikan instruksi, Jeje juga secara tulus menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Bandung Barat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Pembersihan Internal: Penyelidikan terhadap oknum yang diduga bekerja sama dengan pihak luar.
Evaluasi Sistem Antrean: Memastikan informasi kuota transparan dan tidak ada "jalur belakang".
Komitmen Tanpa Calo: Jeje menegaskan bahwa ke depannya, standar operasional prosedur (SOP) harus dijalankan dengan ketat tanpa pengecualian.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, saya memohon maaf. Insya Allah, ke depannya tidak boleh lagi ada masyarakat yang dipersulit saat mengurus hak administrasinya di MPP," pungkasnya.
Sidak ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinannya, Jeje berkomitmen untuk mereformasi birokrasi Bandung Barat menjadi lebih bersih, cepat, dan transparan.
Sumber Media:
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat
(Red).
