BANDUNG BARAT, 28 April 2026 – Dunia bersepeda jarak jauh (randonneuring) kembali menyoroti salah satu rute paling ikonik sekaligus menantang di Jawa Barat. Jembatan Apung Surapatin, yang membentang di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, dikukuhkan sebagai salah satu titik paling krusial dalam gelaran bergengsi Bandung All Terrain Challenge (BATC).
Jembatan kayu yang mengapung di atas hamparan eceng gondok ini bukan sekadar penghubung antar wilayah, melainkan ujian nyata bagi fisik dan mental para pesepeda.
Lebih dari Sekadar Pemandangan
Meski menawarkan estetika visual yang memukau bagi para pecinta fotografi, melintasi Surapatin membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi. Para peserta, baik di kategori 75KM maupun 200KM, dipaksa untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam dua hal utama:
Skill Pengereman (Braking): Menjaga keseimbangan di atas struktur yang dinamis saat menurun.
Kemampuan Menanjak (Climbing): Menaklukkan elevasi yang cukup curam di ujung jembatan dengan traksi yang terbatas.
"Konstruksinya unik, namun elevasi yang curam menuntut kontrol sepeda yang mumpuni. Ini adalah titik di mana stamina bertemu dengan teknik," tulis penyelenggara melalui akun @dalkotloop.
Dokumentasi Eksklusif Segera Dirilis
Bagi para peserta dan penggemar olahraga ekstrem yang ingin mengenang momen epik tersebut, tim dokumentasi dari @foto.olahraga telah mengabadikan perjuangan para "randonneurs". Koleksi foto preview BATC akan dirilis secara bertahap melalui tautan resmi di bio Instagram @dalkotloop.
Acara ini kembali membuktikan bahwa Bandung bukan hanya tentang udara sejuk, tetapi juga tentang medan yang mampu menguji batas kemampuan setiap atlet.
(Red).

