BANDUNG, 10 Februari 2026 – Pagi yang sibuk di kawasan Cibeureum, Kota Bandung, mendadak berubah menjadi ketegangan massal. SPBU Pertamina 34.40106 yang berlokasi di Jalan Raya Cibeureum, Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir, sempat berhenti beroperasi total setelah sekelompok massa melakukan penutupan paksa menggunakan pagar seng.
Kronologi Kejadian: Rebutan Lahan di Pagi Hari
Aksi penutupan ini diduga kuat dipicu oleh konflik berkepanjangan terkait sengketa lahan antara pihak yang mengaku ahli waris pemilik tanah dengan pengelola SPBU.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian pagi tadi:
Blokade Seng: Massa terlihat memasang barisan pagar seng di sepanjang pintu masuk dan keluar pompa bensin, membuat kendaraan tidak dapat mengisi bahan bakar.
Kemacetan Parah: Arus lalu lintas di Jalan Raya Cibeureum arah Cimahi maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan panjang akibat banyaknya pengendara yang melambat untuk melihat situasi serta penumpukan kendaraan di sekitar area SPBU.
Aksi Pembongkaran: Ketegangan sempat memuncak saat sejumlah orang dari pihak pengelola dan petugas keamanan berusaha membongkar kembali pagar seng tersebut. Suara dentuman seng yang dilempar ke jalan mewarnai proses pembukaan kembali akses SPBU.
Situasi Terkini: Kondisi Mulai Kondusif
Beruntung, aksi ini tidak berbuntut pada bentrokan fisik yang meluas. Melalui unggahan informasi di media sosial, dikabarkan bahwa situasi saat ini sudah mulai terkendali.
"Rebutan lahan antara ahli waris & pengelola pom bensin... Alhamdulillah sudah clear dimenangkan oleh pengelola pom bensin," tulis salah satu sumber informasi warga di media sosial.
Petugas kepolisian dan TNI tampak berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada aksi susulan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Pagar seng yang sempat menutup akses kini telah disingkirkan, dan pelayanan pengisian BBM berangsur normal kembali.
Pesan Untuk Pengendara
Bagi warga Bandung yang hendak melintasi jalur Cibeureum-Kebon Kopi, dihimbau untuk tetap berhati-hati. Meski jalur sudah bisa dilalui, sisa-sisa material penutupan dan kerumunan massa di pinggir jalan masih berpotensi menyebabkan hambatan arus lalu lintas.
(Red).
