BANYUWANGI, 9 Februari 2026 – Ada pepatah mengatakan "jika hidup memberimu lemon, buatlah limun." Namun, bagi warga Desa Sembulungan, Banyuwangi, pepatah itu berbunyi: "Jika pemerintah memberimu tumpukan paving mangkrak, bangunlah candi."
Hari ini, pemandangan unik menghiasi ruas jalan desa di Sembulungan. Alih-alih melihat pekerja konstruksi yang sibuk menggarap aspal, warga dan pengguna jalan justru disambut oleh 13 bangunan menyerupai candi yang berdiri kokoh di sepanjang jalan. Menariknya, "candi-candi" ini bukan terbuat dari batu andesit purba, melainkan dari ribuan material paving block yang seharusnya sudah tertanam rapi di permukaan jalan.
Protes Kreatif di Tengah Keresahan
Aksi "menyulap" paving menjadi karya seni ini merupakan bentuk protes keras namun kreatif dari warga setempat. Proyek pembangunan jalan yang tak kunjung rampung telah memicu keresahan karena material yang dibiarkan menumpuk justru:
Mempersempit ruang gerak: Jalanan desa menjadi sesak dan sulit dilalui kendaraan.
Membahayakan keselamatan: Tumpukan material yang tak teratur menjadi risiko bagi pengendara, terutama saat malam hari.
Mengganggu estetika: Kesan semrawut membuat lingkungan desa tampak kumuh.
Transformasi Menjadi Area Bermain
Meski bermuara dari kekecewaan, kehadiran candi-candi paving ini memberikan dampak tak terduga. Lokasi protes tersebut mendadak berubah menjadi ruang interaksi sosial yang hangat. Berdasarkan pantauan di lokasi hari ini, anak-anak desa tampak asyik bermain di sela-sela bangunan candi, menjadikannya tontonan unik bagi siapa pun yang melintas.
"Material ini sudah terlalu lama dibiarkan tanpa kejelasan kapan pengerjaan dilanjutkan. Daripada cuma jadi gundukan yang membahayakan, lebih baik kami susun jadi sesuatu yang menarik perhatian," ujar salah satu warga.
Menunggu Respon Pemerintah
Aksi warga Sembulungan ini menjadi pengingat bagi pihak berwenang bahwa penundaan infrastruktur bukan sekadar angka di laporan teknis, melainkan hambatan nyata bagi mobilitas masyarakat. Kini, "Candi Paving" tersebut berdiri sebagai monumen protes sekaligus simbol kreativitas warga yang menanti janji pembangunan segera dituntaskan.
Sumber Media:
Redaksi DetikNews – Biro Jawa Timur
Jl. Kapten Tendean No. 12-14, Jakarta Selatan
(Red).

