CIMAHI, 8 FEBRUARI 2026 – Di tengah padatnya agenda organisasi di Kota Cimahi, Ketua Umum Asosiasi Profesional Jurnalis Indonesia (APJI) menunjukkan sisi humanisnya yang mendalam. Di sela-sela rangkaian kunjungan kerja dan silaturahmi nasional, beliau menyempatkan diri untuk sejenak menepi dari hiruk-pikuk aktivitas jurnalistik guna berziarah ke makam ibunda tercinta.
Momen haru sekaligus khidmat menyelimuti suasana di area pemakaman. Bagi Ketua Umum APJI, ziarah ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk refleksi diri dan penghormatan tertinggi kepada sosok yang menjadi pilar keberhasilannya hingga saat ini.
Pesan Moral di Balik Amanah
Usai memanjatkan doa, Ketua Umum APJI menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Beliau menekankan bahwa kesuksesan karier tidak boleh membuat seseorang lupa pada akar dan nilai-nilai spiritual.
"Di mana pun kita melangkah dan setinggi apa pun amanah yang kita emban, doa orang tua—terutama Ibu—adalah fondasi utama. Tanpa restu beliau, langkah kita tidak akan memiliki arah yang berkah," ungkapnya dengan nada rendah namun penuh penekanan.
Integritas Pers dan Nilai Kemanusiaan
Lebih lanjut, momentum ini dijadikan sebagai pengingat bagi seluruh insan pers di bawah naungan APJI. Beliau menegaskan bahwa profesionalisme seorang jurnalis harus berjalan beriringan dengan moralitas dan nilai kemanusiaan.
Keseimbangan Hidup: Jurnalis dituntut bekerja cepat, namun jangan sampai kehilangan koneksi dengan keluarga dan spiritualitas.
Etika Jurnalistik: Menjunjung tinggi integritas dalam setiap karya tulis sebagai cerminan didikan moral yang baik.
Solidaritas Organisasi: Kunjungan ke Cimahi ini juga bertujuan mempererat simpul persaudaraan antaranggota APJI di daerah demi mewujudkan pers yang lebih beretika.
Kunjungan ini diakhiri dengan agenda internal bersama pengurus daerah, membawa semangat baru bahwa menjadi jurnalis profesional berarti juga menjadi pribadi yang tetap rendah hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga.
(Red).
