Investigasi Tim Khusus: Tuduhan Penimbunan BBM di Pekanbaru Ternyata Isu Usang dan Tanpa Konfirmasi


 PEKANBARU – Tim khusus baru saja menyelesaikan investigasi lapangan terkait pemberitaan di sejumlah media yang menuding adanya aktivitas penimbunan BBM jenis solar bersubsidi di sebuah gudang di Jalan Naga Sakti, Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru.

​Berdasarkan fakta di lapangan pada Sabtu, 28 Maret 2026, narasi yang menyudutkan sosok bernama Gultom sebagai pemilik gudang tersebut dinilai tidak tepat sasaran dan terkesan dipaksakan tanpa melalui proses verifikasi yang matang.

​Fakta Lapangan: Gudang Kosong Tak Berpenghuni

​Hasil investigasi langsung ke lokasi menunjukkan kondisi yang kontradiktif dengan pemberitaan yang beredar. Tidak ditemukan adanya aktivitas bongkar muat maupun penimbunan BBM. Gudang yang dikelilingi pagar seng tersebut tampak sepi dan kosong tanpa aktivitas apa pun.

​Analisis tim khusus menduga munculnya pemberitaan tersebut dilatari oleh sentimen pribadi. Kuat dugaan narasi "berita panas" tersebut naik ke permukaan hanya karena rasa tidak puas pihak tertentu akibat permintaan yang tidak digubris oleh pihak Gultom, sehingga berita ditayangkan tanpa adanya konfirmasi riil.

​Klarifikasi Gultom: "Itu Masa Lalu"

​Melalui komunikasi via WhatsApp, Gultom memberikan klarifikasi tegas. Ia mengaku sengaja tidak merespons oknum media tertentu karena merasa gudang tersebut sudah lama tidak berada dalam ranahnya.

​"Gudang itu sudah lama tidak saya operasikan. Jika memang ada aktivitas di sana, itu murni bukan wewenang saya. Seharusnya rekan media bertanya langsung kepada penjaga di lokasi untuk memastikan siapa pemilik sebenarnya, bukan langsung menunjuk nama saya," ujar Gultom.

​Terkait status Daftar Pencarian Orang (DPO) tahun 2024 yang kembali diungkit, Gultom menyayangkan sikap oknum wartawan yang hobi "menggali kubur". Ia menegaskan bahwa persoalan hukum di tahun 2024 telah selesai diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku pada tahun tersebut.

​Sinergi Bukan Berarti Penyogokan

​Gultom juga meluruskan persepsi mengenai bantuan yang kerap ia berikan kepada rekan media. Menurutnya, hal itu adalah bentuk silaturahmi dan hubungan pertemanan yang sudah terjalin lama, bukan upaya penyogokan untuk menutupi kesalahan.

​"Saya berharap teman-teman media bekerja profesional. Pastikan siapa pemiliknya, cek aktivitasnya sekarang, jangan hanya berpatokan pada masa lalu. Segala sesuatu bisa berubah dalam waktu singkat," tambahnya.

​Catatan Redaksi

​Terbitnya laporan investigasi ini merupakan wujud nyata penyeimbang opini yang beredar. Sebuah karya jurnalistik seharusnya lahir dari konfirmasi yang jernih, bukan sekadar opini atau dugaan yang dipicu oleh kepentingan sepihak. Investigasi ini membuktikan bahwa praduga tanpa konfirmasi hanya akan melahirkan informasi yang menyesatkan publik.

(Dani).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate