PADASUKA, Rabu, 27 Mei 2026 – Suasana Hari Raya Idul Adha di wilayah RW 19 Padasuka berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Mengusung konsep pengelolaan mandiri, warga di tiap Rukun Tetangga (RT) bahu-membahu melaksanakan pemotongan dan pendistribusian hewan kurban guna memastikan seluruh masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan kebahagiaan bersama.
Ketua RW 19 Padasuka, Ibu Rika Yugartika, mengungkapkan bahwa pada tahun ini tercatat ada total 13 titik pelaksanaan kurban yang tersebar di wilayahnya. Hewan-hewan kurban tersebut bersumber dari swadaya warga, para donatur, serta tokoh masyarakat setempat.
"Alhamdulillah, pemotongan kurban di wilayah kami dilakukan secara mandiri di masjid-masjid yang ada di tiap RT. Pihak RW tidak membentuk panitia sentral, melainkan memberikan kebebasan kepada DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) dan pengurus RT untuk mengelolanya agar lebih dekat dengan warga," ujar Ibu Rika saat ditemui pada Rabu (27/5).
Sebaran Hewan Kurban di Wilayah RW 19
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah sebaran hewan kurban di beberapa titik RT:
RT 08 (Masjid As-Suhud): 5 ekor sapi dan 5 ekor kambing (menghasilkan sekitar 600 paket daging).
RT 06 (Masjid Baitussalam): 4 ekor sapi (menghasilkan sekitar 500 paket daging).
RT 04, RT 05, dan RT 07: Masing-masing menguji dan memotong 1 ekor sapi.
Masjid Al-Kautsar: 5 ekor kambing.
Kontribusi khusus juga datang dari anggota dewan setempat, Ibu Hj. Ike Hikmawati, yang turut menyumbangkan 2 ekor sapi 2 ekor kambing.
Secara keseluruhan, kuota kurban tahun ini berhasil dikonversi menjadi ribuan paket daging yang siap didistribusikan secara merata. Ibu Rika memastikan bahwa seluruh warga di RW 19, khususnya bagi mereka yang kurang mampu, diprioritaskan untuk menerima paket kurban ini.
Edukasi Kurban: Permudah Warga dan Hindari Komersialisasi
Lebih lanjut, Ibu Rika Yugartika menjelaskan bahwa pihak RW terus memberikan edukasi kepada para pengurus RT agar sistem kurban ke depan bisa semakin baik, misalnya melalui program tabungan kurban bagi warga. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga esensi ibadah ini.
"Harapan saya ke depan, segala prosesnya harus dipermudah dan jangan dipersulit. Yang paling utama, kegiatan ibadah kurban ini sama sekali tidak boleh dijadikan ladang bisnis atau dikomersialkan. Ini adalah murni tentang ibadah dan berbagi," tegasnya secara langsung.
Di akhir penjelasannya, Ibu Rika menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada para donatur tetap yang setiap tahunnya konsisten menyisihkan rezeki untuk warga RW 19, di antaranya Bapak Haji Deden dan Ibu Anggota Dewan Hj. Ike Hikmawati. Melalui sinergi antara donatur, pengurus RT/RW, dan DKM masjid, perayaan Idul Adha tahun ini sukses membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Padasuka.
(Red).
