BANDUNG BARAT, Sabtu, 16 Mei 2026 – Sebuah bom waktu moral mengguncang lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat. Isu dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KBB berinisial RW kini menggelinding liar menjadi konsumsi publik. Skandal yang sempat terkubur rapi selama 13 tahun tersebut kini dibongkar oleh sejumlah saksi.
Sorotan tajam mengarah pada pelanggaran kode etik dan moral RW sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Isu miring ini mencuat kembali setelah tokoh masyarakat yang juga mantan Pegawai Tenaga Kerja Kontrak (PTT) di Pemkab KBB, Asep Herna, berani buka suara mengenai rekam jejak masa lalu sang pejabat.
Menurut Asep, riwayat pelanggaran etik RW bermula ketika ia masih mengabdi sebagai ajudan (Adc) Sekretaris Daerah (Sekda) KBB, Abdul Mas Kohar, di masa kepemimpinan mendiang Bupati H. Abubakar pada periode pertama (2008–2013).
Digerebek Suami Sah di Kota Baru Parahyangan
Asep membeberkan secara gamblang bahwa kala itu RW menjalin hubungan terlarang dengan sesama ASN berinisial Y, seorang staf di Sekretariat Daerah KBB yang statusnya sudah bersuami dan memiliki satu anak.
Tabir gelap ini akhirnya runtuh ketika suami sah dari Y memergoki langsung keduanya di sebuah hunian di salah satu cluster mewah Kota Baru Parahyangan, Padalarang. Kejadian itu sempat memicu kegemparan luar biasa di kalangan birokrasi Pemkab KBB saat itu.
"Sontak kejadian tersebut berujung heboh di lingkungan Pemkab KBB pada saat itu," ungkap Asep. Akibat skandal tersebut, rumah tangga Y hancur dan berujung pada perceraian. Kasus ini bahkan sempat bergulir ke meja hijau karena adanya tuntutan dari mantan suami Y, meski belakangan diselesaikan secara kekeluargaan hingga kasusnya meredup bak ditelan bumi.
Bukan Kejadian Tunggal, Desakan Evaluasi Jabatan Menguat
Berdasarkan kesaksian warga dan rekan kerja, sepak terjang RW diduga tidak berhenti di situ. Saat RW dipromosikan menduduki jabatan eselon 4 di Dinas Perizinan hingga Dinas Perhubungan KBB, sejumlah saksi menyebut ia kembali terlibat hubungan asmara dengan wanita lain yang kebetulan juga berinisial "Y".
Asep menegaskan, pembongkaran masa lalu kelam ini bukan bertujuan untuk mengumbar aib semata, melainkan demi kemaslahatan publik dan masa depan birokrasi di Bandung Barat. Ia mendesak Pucuk Pimpinan Pemkab KBB untuk segera mengevaluasi posisi strategis yang kini diemban RW selaku Kepala BKPSDM.
"Jangan sampai terulang ada pejabat yang mempunyai rekam jejak memalukan tidak memperoleh pembinaan yang sepadan, bahkan terkesan dilakukan pembiaran, hingga kariernya melesat saat ini mendapatkan jabatan strategis di eselon 2," tegas Asep Herna. Ia juga menambahkan, jika lembaga resmi seperti Bupati, Sekda, dan DPRD gagal melakukan fungsi pengawasan moral, maka masyarakat yang akan bergerak mengawal moralitas tanah kelahiran mereka.
Hingga rilis ini diturunkan, pihak Kepala BKPSDM KBB belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait isu miring yang sedang menerpanya tersebut.
Sumber Informasi: Diolah berdasarkan laporan utama dari Bandungsatu.com, Sabtu, 16 Mei 2026.
(Red).
