Tepis Isu Karier "Instan", Kadis PKP Cimahi Fokus Tuntaskan Banjir dan Ruang Publik Meski Anggaran Tercekik


 CIMAHI, 16 April 2026 – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Amy Pringgo Mardhani, akhirnya angkat bicara menanggapi isu miring mengenai perjalanan kariernya yang disebut-sebut "meroket" tanpa dasar. Dalam pertemuan dengan media di kantornya hari ini, Amy membeberkan fakta di balik proses seleksi jabatan serta tantangan berat yang dihadapi dinasnya di tengah krisis fiskal 2026.

​Karier Lewat Jalur Terbuka, Bukan "Titipan"

​Menanggapi tudingan jabatan instan, Amy menegaskan bahwa posisinya saat ini diraih melalui perjuangan panjang dan mekanisme Open Bidding (seleksi terbuka) yang transparan.

​"Karier saya dibangun dari bawah. Proses seleksi pejabat tinggi kemarin berlangsung sangat ketat dari 30 Oktober hingga 26 November 2025," tegas Amy.

​Ia menambahkan bahwa seleksi tersebut tidak main-main karena melibatkan panel penguji independen dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga akademisi dari Unjani dan Unpas. Hal ini sekaligus mematahkan narasi yang menganggap kenaikan jabatannya tidak prosedural.

​Siasat DPKP di Tengah Pemotongan Anggaran

​Beralih ke persoalan kinerja, Amy tidak menampik bahwa tahun 2026 merupakan tahun yang sulit bagi pembangunan infrastruktur di Cimahi. Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat memaksa DPKP untuk memutar otak akibat tekanan fiskal yang signifikan.

​"Kita harus realistis. Pemotongan dana transfer sangat terasa, sehingga beberapa target harus disesuaikan. Namun, kami tidak akan membiarkan pelayanan publik lumpuh," ungkapnya.

​Skala Prioritas Penanganan Banjir:

Di tengah keterbatasan dana, DPKP tetap memprioritaskan penanganan banjir di titik-titik krusial yang selama ini dikeluhkan warga, antara lain:

​Kawasan Mahar Martanegara

​Kawasan Amir Mahmud

​Kawasan Nanjung

​"Yang urgent tetap kami dahulukan. Jika anggaran tidak mencukupi untuk konstruksi permanen yang mahal, kami gunakan solusi semi-permanen agar dampak banjir bisa segera diminimalisir," tambah Amy.

​Prestasi di Tengah Keterbatasan: Penghargaan RBRA

​Meski anggaran tercekik, DPKP Cimahi tetap mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional. Baru-baru ini, Cimahi meraih penghargaan atas penyediaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang dinilai memenuhi standar kualitas tinggi.

​Dua taman yang menjadi percontohan nasional tersebut adalah:

​Taman Pilar Mas (RW 03, Kelurahan Utama)

​Taman Bougenville (RW 21, Kelurahan Melong)

​"Penghargaan ini adalah bukti bahwa komitmen kami terhadap tumbuh kembang anak-anak Cimahi tetap terjaga. Ini menjadi suntikan motivasi bagi kami untuk terus bekerja keras bagi masyarakat, meski dalam kondisi sulit sekalipun," tutupnya dengan optimis.

​Sumber Media:

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi

Gedung C Lt. 4, Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate