Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Nikah Itu Ibadah, Bukan Lomba Mewah!


 BANDUNG, 11 April 2026 – Kabar segar bagi pasangan muda di Jawa Barat! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), secara resmi mewacanakan langkah berani untuk "mengerem" tren gaya hidup konsumtif dalam perhelatan pernikahan. Melalui rencana penerbitan Surat Edaran (SE) terbaru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin memastikan bahwa momen sakral pernikahan tidak lagi menjadi beban finansial yang menjerat masa depan keluarga baru.

​Langkah ini menyusul pidato inspiratif sang Gubernur pada acara Dies Natalis UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, Rabu (8/4) lalu. Di hadapan para mahasiswa dan akademisi, pria yang akrab disapa Kang Dedi ini menekankan pentingnya esensi dibandingkan gengsi.

​Poin Penting Wacana Kebijakan Baru:

​Stop Gengsi, Utamakan Fungsi: Mendorong masyarakat untuk menyelenggarakan pesta pernikahan yang proporsional dan tidak memaksakan diri di luar kemampuan finansial.

​Edukasi Literasi Keuangan: Melalui SE ini, pemerintah daerah hingga tingkat desa diharapkan mampu memberikan edukasi kepada calon pengantin agar lebih mengutamakan tabungan masa depan (seperti rumah atau modal usaha) daripada pesta satu malam.

​Penyederhanaan Tata Cara: Mengatur panduan penyelenggaraan pesta agar tetap khidmat tanpa harus bermewah-mewah yang berujung utang.

​"Menikah itu membangun masa depan, bukan menghabiskan masa depan dalam satu malam. Saya ingin anak muda Jawa Barat memulai hidup baru dengan senyuman, bukan dengan tumpukan cicilan akibat pesta yang dipaksakan."

— Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

​Mengapa Ini Menarik?

​Wacana ini muncul di tengah tren wedding culture yang kian kompetitif di media sosial. Dengan adanya dukungan resmi dari pemerintah melalui Surat Edaran, diharapkan tekanan sosial untuk menggelar pesta mewah bisa berkurang secara perlahan.

​Bagi warga Jawa Barat, ini adalah sinyal bahwa pemerintah mulai masuk ke ranah yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari demi melindungi ketahanan ekonomi keluarga. Rencananya, SE ini akan melibatkan peran aktif para Bupati, Walikota, hingga Kepala Desa untuk melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

​Jadi, siap nikah sederhana tapi tetap bermakna?

​Rilis Berita Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Sabtu, 11 April 2026

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate