CILEUNGSI, 3 Mei 2026 – Warga Klapa Nunggal, Cileungsi, dibuat takjub oleh pemandangan langka pada Jumat siang kemarin. Sebuah formasi awan dengan gradasi warna-warni layaknya pelangi muncul memayungi awan kumulonimbus yang pekat, menciptakan kontras visual yang dramatis dan memanjakan mata.
Fenomena yang sempat terekam kamera warga ini dengan cepat menyebar di media sosial karena keindahannya yang menyerupai mahkota pelangi. Namun, apakah sebenarnya objek bercahaya tersebut?
Bukan Pelangi Biasa
Meskipun warnanya menyerupai pelangi, secara teknis ini adalah Cloud Iridescence. Fenomena ini terjadi karena adanya difraksi—sebuah proses di mana tetesan air kecil atau kristal es yang seragam di awan membelokkan cahaya matahari.
Berikut adalah beberapa fakta menarik di balik keindahan tersebut:
Awan Pileus: Warna-warni ini biasanya muncul pada awan tipis yang disebut pileus (awan topi) yang terbentuk dengan cepat di atas awan badai yang sedang berkembang pesat.
Waktu yang Tepat: Fenomena ini hanya bisa dilihat jika posisi matahari berada pada sudut tertentu dan terhalang sebagian oleh awan yang lebih tebal.
Indikator Kelembapan: Munculnya warna ini menunjukkan bahwa awan tersebut mengandung butiran air atau kristal es yang berukuran sangat kecil dan tersebar merata.
Keindahan yang Langka
Iridescence biasanya hanya bertahan sebentar karena bentuk awan terus berubah seiring tiupan angin dan perubahan suhu di atmosfer. Oleh karena itu, momen yang tertangkap di Klapa Nunggal kemarin termasuk momen yang sangat beruntung untuk diabadikan.
Bagi masyarakat yang sempat melihatnya, fenomena ini menjadi pengingat betapa megahnya seni alam yang terjadi tepat di atas kepala kita. Jadi, jangan lupa untuk sesekali menengok ke langit, siapa tahu Anda adalah orang berikutnya yang beruntung melihat "Mahkota Surga" ini!
(Red).
