Harmoni Adat di Puncak Tangkuban Perahu: Upacara Ngertaken Bumi Lamba ke-18 Resmi Digelar


 BANDUNG BARAT, 17 Juli 2026 – Di tengah pesona mistis Kawah Tangkuban Perahu, sebuah perhelatan sakral kembali digelar untuk merawat keseimbangan alam dan mempererat persaudaraan. Upacara Ngertaken Bumi Lamba ke-18 hari ini berlangsung dengan khidmat, menjadi simbol teguhnya pelestarian warisan budaya di tengah arus modernisasi.

​Dalam suasana yang kental dengan nilai spiritual, Petrus Sabang Merah, Petinggi Sabang Merah Borneo asal Tanah Dayak, hadir memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya upacara ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual, melainkan jembatan untuk memupuk persaudaraan di antara sesama manusia, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan.

​"Zaman boleh berubah, tetapi adat budaya kita tidak akan hilang ditelan oleh zaman," tegas Petrus di sela-sela upacara.

​Upacara yang sarat akan makna filosofis ini menegaskan kembali komitmen masyarakat untuk terus menghormati dan menjaga kelestarian alam, selaras dengan adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Di bawah langit Tangkuban Perahu, pesan persatuan dan pelestarian budaya ini bergema kuat, mengingatkan kita semua akan kekayaan identitas bangsa yang harus terus dirawat.


(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate