BEKASI — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh kontingen Muaythai Jawa Barat pada ajang Kejurnas Muaythai 2026 yang dihelat di GOR Bang Yan, Kota Bekasi. Di tengah ketatnya persaingan yang melibatkan sekitar 514 peserta dari 18 provinsi di Indonesia, dua atlet muda binaan Camp Dynasty Bogalakon sukses mengibarkan nama Jawa Barat di podium tertinggi dengan mempersembahkan dua medali emas, Selasa (11/08/2026).
Camp Dynasty Bogalakon sendiri berada di bawah naungan pembina sekaligus founder dan Ketua Umum Bogalakon, Adit Barli, dengan proses kepelatihan harian yang ditangani langsung oleh Coach Pipin Aripin.
Dari total lima atlet berbakat yang dikirim ke ajang nasional ini, luar biasa empat di antaranya berhasil membawa pulang medali. Perincian perolehan medali tersebut meliputi:
Dezan Permana Sidik — Emas (Kelas 54 kg, Kategori Usia 24 Tahun)
Paisal Putra Alamsyah — Emas (Kelas 30 kg, Usia 11 Tahun)
Odel Adil Iwan Firmansyah — Perak (Kategori Tanding Kelas 45 kg, Usia 16 Tahun)
Husna Sari Pratiwi — Perunggu
Perjuangan Panjang Dezan Menuju Emas Mutlak
Sorotan utama tertuju pada aksi gemilang Dezan Permana Sidik. Untuk mengamankan medali emas di kelas 54 kg, Dezan harus melakoni jalan terjal dengan melewati total empat pertandingan mulai dari babak penyisihan, semifinal, hingga partai puncak.
Menghadapi lawan di final yang dikenal memiliki pengalaman serta teknik matang, Dezan justru tampil dominan lewat performa fisik dan stamina yang prima. Ia sukses mengunci kemenangan lewat keunggulan poin mutlak.
"Alhamdulillah Dezan dari babak penyisihan, semifinal sampai final harus bertanding empat kali. Di final dia bisa meraih kemenangan dengan poin mutlak. Teknik, fisik, dan staminanya sangat bagus," ujar Coach Pipin Aripin bangga.
Buktikan Kualitas dari Kampung ke Pentas Nasional
Keberhasilan ini terasa sangat emosional bagi tim pelatih dan pengurus. Mengingat para atletnya berasal dari latar belakang masyarakat akar rumput dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, keterbatasan fasilitas latihan di perkampungan sama sekali tidak menyurutkan mental bertarung mereka.
Pipin menegaskan, prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak asuhannya mampu berdiri sejajar dan mengalahkan atlet-atlet dari camp perkotaan yang memiliki fasilitas jauh lebih lengkap.
"Camp kami berada di kampung, tetapi kualitas anak-anak bisa bersaing dengan binaan camp yang ada di kota dengan fasilitas yang lebih lengkap. Alhamdulillah prestasi anak-anak kami bagus," ungkap Pipin.
Meski demikian, pihak camp tidak menutup mata terhadap kebutuhan fasilitas penunjang. Dengan banyaknya bibit muda potensial yang saat ini sedang dalam proses pembinaan untuk kejuaraan daerah hingga nasional, dukungan dari berbagai pihak—baik pemerintah, donatur, maupun masyarakat—sangat dinantikan demi keberlangsungan pembinaan atlet muda ini.
Komitmen Pembinaan Berkelanjutan dari Adit Barli
Sebagai founder dan Ketua Umum Bogalakon, Adit Barli memberikan apresiasi tinggi dan terus mendorong adanya pembinaan olahraga secara berkelanjutan dari tingkat akar rumput.
Menurut Adit, pencapaian di Kejurnas Muaythai 2026 ini harus menjadi pemacu semangat untuk melahirkan generasi atlet berikutnya yang siap mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Dengan torehan manis ini, Camp Dynasty Bogalakon berharap semakin banyak pihak yang tergerak memberikan support, baik moril maupun materiel, demi melahirkan lebih banyak lagi juara-juara baru dari ring Muaythai Indonesia.
(Red).
