Rekrutmen Guru Masih Ditahan Pusat, Cimahi Kekurangan 68 Guru SD dan SMP




 Cimahi — Krisis tenaga pendidik kembali menjadi sorotan di Kota Cimahi. Berdasarkan hasil pendataan mutakhir pada Juli 2026, Dinas Pendidikan Kota Cimahi mencatat defisit sebanyak 68 orang guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

​Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Sofwan Kurniawan, mengungkapkan bahwa kebutuhan guru di sejumlah satuan pendidikan negeri saat ini berada pada tingkat yang cukup tinggi dan mendesak demi menjaga kualitas kegiatan belajar mengajar.

​Menunggu Lampu Hijau Kementerian
​Meskipun data kebutuhan formasi telah dilaporkan secara berkala kepada pihak berwenang, langkah pengisian posisi lowong tersebut belum dapat dilakukan secara mandiri oleh daerah. Kebijakan rekrutmen dan penataan guru saat ini masih terpusat di tingkat nasional.

​"Berdasarkan pendataan terakhir pada Juli 2026, kebutuhan guru di sejumlah satuan pendidikan masih cukup tinggi. Kami terus berkoordinasi dan saat ini masih menunggu lampu hijau dari kementerian pusat," ujar Sofwan Kurniawan.

​Strategi Jangka Pendek Menjaga Kualitas Pendidikan
​Sambil menanti kebijakan nasional terkait rekrutmen turun, Dinas Pendidikan Kota Cimahi terus berupaya mengoptimalkan keberadaan tenaga pendidik yang ada agar kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak terganggu. Penugasan internal dan optimalisasi tenaga pengajar yang aktif menjadi tumpuan sementara di lapangan.

​Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen untuk terus mengawal isu kekurangan tenaga pengajar ini agar mendapatkan solusi konkrit dari pemerintah pusat dalam waktu dekat demi masa depan pendidikan anak-anak di Cimahi.

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate