KABUPATEN BANDUNG BARAT, 31 Januari 2026 – Di tengah suasana duka dan lelah yang menyelimuti warga terdampak bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), sebuah kejutan hadir membawa secercah senyum. Komedian legendaris sekaligus anggota DPD RI, Alfiansyah Komeng, hadir langsung di tengah pengungsian untuk memberikan dukungan moril dengan gaya khasnya yang tak terduga.
Kehadiran Komeng bukan sekadar kunjungan formal pejabat. Dengan balutan kemeja biru navy dan gaya santai, ia berhasil mengubah suasana posko yang semula tegang menjadi penuh tawa. Namun, di balik candaan "Spontan Uhuy"-nya, terselip empati mendalam yang menyentuh hati banyak orang, termasuk rekan sesama selebriti dan anggota DPD, Jihan Fahira.
Momen Haru di Balik Tawa
Dalam kunjungan tersebut, Jihan Fahira yang mendampingi Komeng tampak sangat emosional. Melihat interaksi langsung Komeng dengan para korban—terutama anak-anak dan lansia—Jihan tak kuasa menahan air mata.
"Mas Komeng punya cara sendiri untuk menyembuhkan luka warga. Di saat kita semua sedih, dia hadir memberikan harapan melalui tawa. Itu sangat menyentuh," ungkap Jihan di lokasi.
Poin Utama Kunjungan:
Healing Lewat Komedi: Komeng berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan keluhan mereka sambil menyelipkan humor segar untuk meringankan trauma (trauma healing).
Dukungan Logistik: Selain hiburan, tim juga memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan tepat sasaran kepada para pengungsi.
Sinergi DPD: Kehadiran dua publik figur ini menegaskan peran mereka dalam mengawal aspirasi warga daerah, terutama dalam penanganan bencana alam.
Suasana Posko Terkini
Hingga malam ini, suasana di posko pengungsian jauh lebih hangat. Warga mengaku sangat terhibur dan merasa diperhatikan dengan kehadiran sosok yang selama ini hanya mereka lihat di layar kaca. "Alhamdulillah, bisa ketawa sedikit setelah kejadian kemarin. Mas Komeng benar-benar menghibur," ujar salah satu warga terdampak.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi pihak lain untuk terus memberikan dukungan, baik secara material maupun psikologis, bagi warga Cisarua yang tengah berjuang bangkit dari musibah longsor.
(Lilis).
