BANDUNG BARAT, 30 Januari 2026 – Melawan waktu dan cuaca ekstrem, sebanyak 200 personel Korps Marinir dikerahkan dalam misi pencarian intensif di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Fokus utama operasi ini adalah menemukan 19 prajurit TNI yang dilaporkan hilang akibat bencana tanah longsor hebat yang menerjang wilayah tersebut.
Medan Berat, Semangat Tak Padam
Kondisi di lapangan dilaporkan sangat menantang. Tumpukan material tanah sedalam beberapa meter dan sisa reruntuhan menjadi penghalang utama. Namun, bagi Korps Baret Ungu, tidak ada kata menyerah dalam menyelamatkan rekan seperjuangan.
Kekuatan Personel: 200 Prajurit Marinir dengan kualifikasi khusus.
Titik Fokus: Area terdampak paling parah di lereng Cisarua.
Kendala Utama: Medan yang masih labil dan risiko longsor susulan.
"No One Left Behind"
Langkah cepat ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan segala sumber daya dikerahkan demi keselamatan para prajurit. Dukungan alat berat dan koordinasi lintas satuan terus diperkuat di posko darurat. Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Bandung Barat.
"Kami tidak akan berhenti sampai seluruh rekan kami ditemukan. Ini adalah tugas kemanusiaan sekaligus bentuk solidaritas tertinggi antar prajurit."
Sumber Media:
Puspen TNI / Dinas Penerangan Korps Marinir.
(Lilis).
