Skandal Izin Tambang Sumedang: Staf Ahli Bupati Resmi Ditahan Terkait Dugaan Gelapkan Rp300 Juta


 SUMEDANG – Gebrakan hukum terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang hari ini. Asep Sudrajat, yang menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Sumedang, resmi mengenakan rompi tahanan setelah diduga terlibat dalam kasus penggelapan dana pengurusan izin tambang pasir senilai Rp300 juta.

​Kasus ini menjadi sorotan tajam publik mengingat posisi strategis tersangka di lingkaran inti pemerintahan daerah.

​Kronologi Singkat: Janji Manis Berujung Jeruji

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini bermula dari janji tersangka untuk memuluskan proses perizinan tambang pasir bagi pihak swasta. Berikut adalah poin utama kasusnya:

​Nilai Kerugian: Korban diduga telah menyetorkan uang sebesar Rp300 juta secara bertahap kepada tersangka.

​Modus Operandi: Tersangka menggunakan pengaruh jabatannya untuk meyakinkan korban bahwa izin tambang akan segera terbit. Namun, hingga waktu yang dijanjikan, izin tersebut tak kunjung keluar dan uang korban raib.

​Langkah Hukum: Setelah melalui serangkaian pemeriksaan intensif, Kejaksaan memutuskan untuk melakukan penahanan demi kepentingan penyidikan dan mencegah tersangka menghilangkan barang bukti.

​Komitmen Antikorupsi di Sumedang

​Penahanan ini mengirimkan pesan kuat bahwa tidak ada "jalur khusus" atau kekebalan bagi oknum pejabat yang bermain dengan hukum. Pihak Kejaksaan menegaskan akan terus mendalami apakah ada aliran dana ke pihak lain atau keterlibatan oknum pejabat tambahan dalam skandal ini.

​"Kami bertindak profesional berdasarkan bukti-bukti yang ada. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh aparatur sipil untuk tidak menyalahgunakan wewenang demi keuntungan pribadi," ujar perwakilan penyidik di lokasi.

​Kondisi Terkini:

Saat ini, Asep Sudrajat telah dibawa ke lembaga pemasyarakatan untuk menjalani masa penahanan sementara sambil menunggu jadwal persidangan di Pengadilan Tipikor.

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate