KERTASARI, RABU, 07 JANUARI 2026 – Mengawali tahun dengan aksi nyata untuk bumi, Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Kabupaten Bandung menggelar aksi penanaman pohon bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan jajaran KPH Bandung Selatan. Kegiatan ini dipusatkan di Petak 61, Blok Mata Air Cianjing, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Selasa (6/1/2026).
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti kepedulian bersama terhadap kelestarian ekosistem hutan, khususnya dalam menjaga sumber mata air dan mencegah ancaman bencana alam di wilayah Bandung Selatan.
Menjaga Paru-Paru Bandung Selatan
Hadir mewakili Administratur KPH Bandung Selatan, Kasi PSDH Encang, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penghijauan. Senada dengan hal tersebut, Kepala RPH Pacet, Ade Momon, yang membawahi wilayah seluas 1.900,64 hektar di tiga kecamatan (Ibun, Pacet, dan Kertasari), menyampaikan apresiasi mendalam kepada para aktivis lingkungan.
"Kami sangat berterima kasih kepada FKPA atas kepeduliannya. Kolaborasi ini sangat krusial untuk melindungi tanah dari pengikisan (erosi) yang dapat memicu bencana longsor," ujar Ade Momon di sela-sela kegiatan.
Ia juga menekankan kepatuhan masyarakat terhadap Surat Edaran Gubernur No: 173/PEM.05.02/PEREK mengenai moratorium penebangan pohon. "Jangan menebang hutan demi keselamatan kita bersama," tegasnya.
Penanaman Pohon Rimba Alam
Ketua FKPA, Yogi Gunawan, bersama Ketua LMDH, Atang, memimpin langsung proses penanaman bibit pohon keras yang dipilih khusus untuk memperkuat struktur tanah dan menyimpan cadangan air. Jenis pohon yang ditanam meliputi:
Caringin (Beringin)
Ekaliptus
Kibadak
Serta berbagai jenis pohon Rimba Alam lainnya.
Dukungan Pemerintah Desa
Aksi ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Cibeureum. Kepala Desa Cibeureum, Atep Ahmad Syarif Hidayat, SH., S.Pd.I, hadir langsung memberikan semangat kepada para relawan. Menurutnya, menjaga hutan di wilayah Kertasari bukan hanya soal lingkungan, tapi soal masa depan air bagi masyarakat di bawahnya.
Dengan adanya aksi ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga fungsi hutan tetap terjaga, sehingga keasrian alam Kabupaten Bandung tetap lestari bagi generasi mendatang.
Sumber:
Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Kabupaten Bandung

