BREAKING NEWS: Membongkar "Dosa Warisan" Industri Gula di Balik Krisis Kesehatan Dunia


 JAKARTA, 28 Februari 2026 – Sebuah fakta kelam dari sejarah kesehatan masyarakat kembali mencuat ke permukaan, mengingatkan kita bahwa apa yang kita konsumsi hari ini mungkin adalah hasil dari manipulasi informasi selama puluhan tahun. Dokumen internal yang kini terbuka untuk publik mengungkap bagaimana industri gula global melakukan "operasi senyap" untuk mencuci tangan dari penyebab penyakit jantung.

​Suap di Menara Gading: Skandal Harvard 1967

​Pada akhir 1960-an, Sugar Research Foundation (sekarang dikenal sebagai Sugar Association) diketahui membayar tiga ilmuwan ternama dari Universitas Harvard untuk menerbitkan ulasan ilmiah yang sengaja menyesatkan.

​Tujuannya satu: Mengkambinghitamkan lemak jenuh dan kolesterol sebagai penyebab utama penyakit jantung koroner, sembari mengaburkan peran buruk gula (sukrosa) dalam metabolisme tubuh.

​Fakta-Fakta Kunci yang Terungkap:

​Dana "Sogokan": Para peneliti dibayar sekitar $6.500 pada tahun 1965 (setara dengan kurang lebih $50.000 atau Rp780 juta hari ini) untuk menulis ulasan di New England Journal of Medicine.

​Manipulasi Data: Industri gula secara aktif memilih studi mana yang harus dimasukkan dalam ulasan tersebut guna memastikan gula terlihat "aman" bagi jantung.

​Dampak Global: Selama 50 tahun terakhir, pedoman diet dunia berfokus pada produk "Rendah Lemak" (Low Fat). Ironisnya, untuk menjaga rasa, produsen makanan justru menambahkan gula dalam jumlah masif, yang memicu lonjakan angka obesitas dan diabetes tipe 2 secara global.

​"Mereka berhasil mengalihkan perdebatan tentang gula selama beberapa dekade," ujar Cristin Kearns, peneliti dari University of California, San Francisco yang pertama kali membongkar dokumen ini.

​Sumber Terpercaya & Referensi Ilmiah:

​JAMA Internal Medicine (2016): "Sugar Industry and Coronary Heart Disease Research: A Historical Analysis of Internal Industry Documents" oleh Kearns, Schmidt, dan Glantz.

​The New York Times: Laporan investigasi "How the Sugar Industry Shifted Blame to Fat".

​The Guardian: "Sugar Industry Rigged Health Statistics" – Analisis mengenai pengaruh korporasi terhadap kebijakan publik.

​Harvard Health Publishing: Pengakuan dan ulasan internal mengenai integritas akademik di masa lalu.

​Analisis Penutup:

Meskipun peristiwa ini terjadi di masa lalu, dampaknya masih kita rasakan dalam keraguan publik terhadap sains nutrisi saat ini. Kesadaran akan skandal ini menjadi pengingat penting bagi konsumen untuk lebih skeptis terhadap label makanan dan selalu merujuk pada penelitian independen yang tidak didanai oleh industri terkait.

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate