Cimahi Menuju "Laboratorium Smart City" Nasional: Adhitia Yudisthira Tekankan Kolaborasi dan Perang Lawan Hoaks


 CIMAHI, 12 Februari 2026 – Pemerintah Kota Cimahi tancap gas dalam mematangkan strategi digitalisasi wilayah. Melalui Forum Perangkat Daerah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tahun 2026 yang digelar di Command Center Pemkot Cimahi, Selasa lalu dan dipaparkan kembali hari ini, visi besar Cimahi sebagai kota masa depan mulai dipetakan secara tajam.

​Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, hadir memberikan arahan strategis yang menekankan bahwa digitalisasi bukan sekadar kecanggihan alat, melainkan soal keterbukaan informasi dan kolaborasi nyata antar-sektor.

​Infrastruktur Solid, Saatnya Distribusi Informasi Masif

​Adhitia memberikan apresiasi tinggi atas capaian Diskominfo yang telah berhasil mengintegrasikan 144 aplikasi layanan pemerintahan ke dalam sistem single sign-on melalui aplikasi Lapakami dan Poladkami. Transformasi ini membuat layanan publik menjadi lebih ringkas dan tidak berbelit-belit.

​Namun, ia mengingatkan bahwa infrastruktur yang hebat tidak akan terasa manfaatnya jika informasinya tidak sampai ke telinga warga.

​"Apa yang sudah dilakukan oleh Wali Kota dan pemerintah kota harus sampai ke masyarakat. Di saat yang sama, kita harus memperkuat barisan untuk memerangi musuh bersama di era digital, yaitu hoaks," tegas Adhitia.

​Cimahi: Laboratorium Smart City Nasional

​Dengan luas wilayah yang hanya 42 km², Adhitia melihat keterbatasan geografis Cimahi justru sebagai kekuatan. Ukuran kota yang kompak mencakup tiga kecamatan dan 15 kelurahan ini menjadikan Cimahi sangat ideal untuk menjadi laboratorium kota pintar (smart city) percontohan di tingkat nasional.

​Ia mendorong penguatan peran Command Center bukan hanya sebagai ruang monitor, melainkan sebagai "otak" pusat koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan lintas sektoral yang cepat dan akurat.

​5 Isu Strategis 2025–2029

​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, Ahmad Saefulloh, memaparkan bahwa pihaknya telah menetapkan lima isu strategis yang akan menjadi fokus utama hingga tahun 2029:

​Optimalisasi SPBE: Penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang lebih efisien.

​Keterbukaan Informasi Publik: Menjamin transparansi dan akurasi informasi bagi seluruh warga.

​Keamanan Persandian: Memastikan data pemerintah dan warga aman dari ancaman siber.

​Komunikasi Publik Efektif: Mengoptimalkan kanal seperti Layanan 112 dan WA Mantap.

​Integrasi Data: Mewujudkan satu data yang akurat untuk kebijakan tepat sasaran.

​"Fokus kami adalah memastikan kualitas, akurasi, dan transparansi informasi publik benar-benar dirasakan oleh masyarakat Cimahi," ujar Ahmad Saefulloh.

​Melalui forum ini, Pemkot Cimahi optimis bahwa di tahun 2026 dan seterusnya, kota ini tidak hanya unggul secara infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi yang terdepan dalam literasi digital dan keterbukaan informasi.

​Sumber Media:

Diskominfo Kota Cimahi

Gedung Pemerintah Kota Cimahi

Email: info@cimahikota.go.id

Website: www.cimahikota.go.id

(Red).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

REDAKSI

Fakta Realita News

youtube

Translate