JAKARTA, 14 Februari 2026 – Menjelang bulan suci yang tinggal menghitung hari, jagat media sosial mulai ramai memperbincangkan perbedaan tanggal awal puasa. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Lalu, mengapa ada perbedaan dengan estimasi Pemerintah yang memprediksi Kamis, 19 Februari? Berikut adalah ringkasan cerdas di balik keputusan tersebut:
1. Prinsip "Satu Bumi, Satu Tanggal"
Tahun ini menjadi tonggak sejarah karena Muhammadiyah resmi beralih ke Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Prinsipnya: Jika di satu titik di bumi bulan sudah memenuhi syarat, maka seluruh dunia dianggap sudah masuk bulan baru. Tidak ada lagi sekat-sekat wilayah negara.
2. Alaska Jadi Penentu
Mengapa Rabu? Berdasarkan perhitungan astronomi (Hisab), pada Selasa sore, 17 Februari 2026, posisi hilal di Indonesia memang masih rendah. Namun, di wilayah Alaska (Amerika Serikat), posisi hilal sudah memenuhi kriteria (tinggi 5° dan elongasi 8°). Karena Alaska sudah "sah", maka menurut sistem global, seluruh dunia ikut memulai puasa di hari Rabu.
3. Kompak dengan Ulama Amerika
Langkah Muhammadiyah ini sejalan dengan Fiqh Council of North America (FCNA). Para ulama di Amerika Utara juga menetapkan 18 Februari sebagai awal Ramadan berdasarkan data sains yang sama. Ini adalah langkah nyata menuju kesatuan kalender Islam dunia.
4. Menghargai Perbedaan
Perbedaan dengan pihak yang menggunakan metode Rukyat Lokal (melihat bulan secara fisik di wilayah masing-masing) adalah hal yang wajar.
Muhammadiyah: Menekankan kepastian melalui sains dan kesatuan global.
Pemerintah/Lainnya: Menunggu verifikasi pandangan mata di wilayah Indonesia.
Pesan Utama:
Apapun metode yang Anda ikuti, esensi Ramadan tetap sama: ketaatan dan pengendalian diri. Mari jadikan perbedaan ini sebagai kekayaan khazanah Islam, bukan alasan untuk berpecah belah.
Sudah siap sambut Ramadan? Pastikan persiapan fisik dan hati sudah maksimal mulai hari ini!
Sumber: Diolah dari Penjelasan Ismail Fahmi & Maklumat PP Muhammadiyah.
(Red).
