JAKARTA – Suasana khidmat nan mengharu biru menyelimuti tanah air saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penghormatan tertinggi kepada tiga putra terbaik bangsa yang gugur dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.
Setelah tiba di tanah air pada akhir pekan kemarin, prosesi penghormatan dan pelepasan jenazah yang dipimpin langsung oleh Presiden menjadi simbol duka mendalam sekaligus kebanggaan nasional atas pengabdian tanpa batas prajurit TNI di kancah internasional.
Pahlawan yang Gugur di Garis Depan Dunia
Ketiga prajurit yang menerima kenaikan pangkat luar biasa (Anumerta) atas jasa-jasanya adalah:
Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan
Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon
Mereka gugur saat menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian di tengah eskalasi konflik yang memanas di wilayah Lebanon Selatan.
Momen Haru: Dari Pelukan Presiden hingga Penghormatan Terakhir
Dalam prosesi di Bandara Soekarno-Hatta, Presiden Prabowo yang didampingi oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dan jajaran Kabinet Merah Putih, tampak tidak kuasa menyembunyikan rasa empati. Presiden tertangkap kamera memeluk erat keluarga korban dan mengusap kepala putra salah satu prajurit yang gugur, sebuah gestur ayahanda bangsa yang menguatkan hati mereka yang ditinggalkan.
"Bangsa Indonesia berduka. Mereka adalah prajurit terbaik yang gugur demi kehormatan bendera Merah Putih dan perdamaian dunia. Negara tidak akan pernah melupakan pengorbanan mereka," tegas Presiden Prabowo dalam pernyataannya.
Keberangkatan ke Peristirahatan Terakhir
Hari ini, Senin, 6 April 2026, ketiga jenazah telah diberangkatkan menuju kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan secara militer:
Mayor (Anm) Zulmi Aditya Iskandar di TMP Cikutra, Bandung.
Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan di TMP Giri Dharmoyo, Magelang.
Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon di TMP Giripeni, Kulon Progo.
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI juga menegaskan akan terus mendesak PBB untuk menjamin keamanan personel penjaga perdamaian di wilayah konflik, agar tidak ada lagi nyawa yang hilang dalam misi kemanusiaan ini.
Selamat jalan, para penjaga perdamaian. Tunai sudah janji bakti, kini kalian beristirahat di pelukan Ibu Pertiwi dengan kehormatan abadi.
Sumber Media:
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Website: www.setneg.go.id
(Red).
