CIMAHI, 16 Mei 2026 – Gelombang penolakan keras melanda rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi yang berniat menggabungkan (merger) SDN Baros Mandiri 7 ke SDN Baros Mandiri 3. Rencana alih fungsi gedung SD menjadi ruang kelas baru bagi SMPN 6 Cimahi ini memicu aksi protes dari ratusan orang tua murid yang khawatir akan masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Penolakan tersebut memuncak dalam forum sosialisasi yang digelar di lingkungan SDN Baros Mandiri 7. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan beserta Kepala Bidang Sekolah Dasar Kota Cimahi. Namun, alih-alih mendapatkan kesepakatan, suasana sosialisasi justru berjalan memanas.
Para orang tua murid yang hadir tidak mampu membendung kekecewaan mereka. Protes langsung dilayangkan di hadapan para pejabat Disdik, disusul dengan aksi unjuk rasa bentang spanduk di area sekolah.
"Kami jelas menolak! Jika dipindahkan ke SDN Baros Mandiri 3, jaraknya menjadi jauh lebih jauh dari rumah kami. Ini bukan cuma soal pindah gedung, tapi beban transportasi dan keamanan anak-anak kami yang masih kecil yang dipertaruhkan," ujar salah seorang perwakilan orang tua murid dengan nada kecewa.
Mengetuk Pintu Pemimpin Daerah
Sadar suara mereka terancam diabaikan, para orang tua murid membentangkan spanduk besar yang ditujukan langsung kepada para tokoh pembuat kebijakan di Jawa Barat dan Kota Cimahi. Mereka meminta pertolongan agar hak belajar anak-anak mereka di sekolah saat ini tidak diusik.
Tulisan dalam spanduk tersebut berbunyi:
“Buat Bapa KDM Bapa Dedi Mulyadi, buat Bapa Wali Kota Cimahi Bapa Ngatiyana dan Bapa Wakil Wali Kota Cimahi Bapa Aditya, tolong bantuannya supaya sekolah anak kami Baros Mandiri 7 Cimahi tidak dibubarkan dan tidak dipindahkan.”
Warga berharap Pemerintah Kota Cimahi mau mengevaluasi kembali kebijakan ini dan mencari alternatif lahan atau solusi lain untuk ruang kelas SMPN 6 Cimahi, tanpa harus mengorbankan eksistensi SDN Baros Mandiri 7 yang sudah menjadi rumah kedua bagi anak-anak sekitar.
Hingga hari ini, Sabtu (16/05), pihak Dinas Pendidikan Kota Cimahi masih bungkam dan belum memberikan keputusan resmi ataupun solusi penengah atas aspirasi dan penolakan masif dari para orang tua murid.
(Red).
