CIMAHI, 2 Februari 2026 – Sebuah momen tak terduga dilaporkan hari ini ketika sebuah batu akik Red Borneo ditemukan secara tidak sengaja di area publik. Penemuan oleh warga lokal bernama Aep ini kembali memicu perbincangan hangat mengenai keindahan mineral asli Indonesia yang sering disebut-sebut sebagai kompetitor batu permata dunia.
Bukan Sekadar Batu Jalanan
Meskipun ditemukan di tempat yang tak terduga, Red Borneo bukanlah batu sembarangan. Secara saintifik, batu ini merupakan mineral golongan pyroxenoid atau dikenal secara internasional sebagai Rhodonite. Keunikannya terletak pada perpaduan warna merah jambu (pink) yang elegan dengan guratan urat hitam eksotis.
Mengenal Lebih Dekat Si Merah dari Kalimantan
Apa yang membuat Red Borneo begitu istimewa hingga dijuluki "Ruby Kalimantan"?
Warna yang Hidup: Kandungan oksida mangan, magnesium, dan kalsium silikat menciptakan gradasi warna pink yang intens.
Pola Dendritik: Gurat hitam yang menyerupai akar atau ranting (inklusi dendritik) memberikan karakter unik yang tidak dimiliki batu lain di dunia.
Kualitas Premium: Setelah melalui proses poles, batu ini memiliki permukaan mengkilap dengan serat yang sangat padat dan halus, menjadikannya pilihan favorit untuk cincin, gelang, maupun kalung.
Lebih dari Sekadar Perhiasan
Selain nilai estetika yang tinggi, banyak kolektor memburu Red Borneo karena nilai spiritualnya. Di kalangan pencinta kristal, batu ini dipercaya membawa energi ketenangan dan keberanian bagi pemakainya.
Seiring meningkatnya tren batu mulia di tahun 2026, penemuan ini menjadi pengingat bahwa kekayaan alam Indonesia seringkali berada tepat di bawah kaki kita—jika kita cukup jeli seperti Aep untuk menemukannya.
Catatan Editor: Semakin pekat warna merah jambunya, semakin tinggi nilai investasinya. Pastikan untuk melakukan sertifikasi pada laboratorium gemologi untuk memastikan keaslian mineral Rhodonite ini.
(Red).
